TMMD Ke-98, Warga Ikuti Penyuluhan Kerukunan Umat Beragama Dan Bintal Kejuangan.

KANALINDONESIA.COM, DEPOK : Sebanyak 50 orang warga mendapat penyuluhan tentang kerukunan umat beragama & bintal kejuangan, di Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari Depok, Sabtu (08/04/2017).

Acara yang digelar di Aula Kelurahan Serua itu, dihadiri oleh beberapa unsur, diantaranya perwakilan pak Lurah, tokoh agama, tokah pemuda, tokoh masyarakat, ormas, angota karang taruna serta ibu-ibu PKK Kelurahan Serua.

Dalam paparannya, Habib Muksin Ahmad Alatas sebagai tokoh agama Islam, mengatakan kerukunan umat beragama merupakan modal utama keutuhan bernegara.

“Kerukunan beragama adalah modal utama dalam keutuhan bernegara, untuk menjalin kerukunan umat beragama, kiranya kita dapat saling melakukan komunikasi antar pemeluk agama,”ujar Habib Muksin A. Alatas.

“Oleh karenanya untuk mewujudkan agar kuutuhan kedaulatan Negara Republik Indonesia, kiranya kita harus menjaga kerukunan tersebut,”lanjutnya.

“Saya menyarankan, kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Serua, untuk dapat saling menghargai antar pemeluk agama,”tutur Habib Muksin, yang juga sebagai Ketua FKUB Kota Depok.

Di kesempatan yang sama, Kapten Arh Made Rumbiawan (Bintaldam Jaya) memaparkan penyuluhan kerukunan umat beragama merupakan salah satu penyuluhan yang sangat penting, melihat di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki 6 agama yang sah, dan agama yang diakui di Indonesia yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.

“Penyuluhan kerukunan umat beragama merupakan salah satu penyuluhan yang sangat penting, melihat di Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang memiliki 6 agama yang sah dan diakui di Indonesia yakni Agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu,”terang Bintaldam Jaya tersebut.

“Selain kerukunan umat beragama, kami juga memberikan wawasan tentang bimbingan mental, yang merupakan suatu bentuk pemantapan wawasan kebangsaan  yang dapat pengaruhi aksi Bela Negara serta membangun persatuan dan kesatuan dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”lanjutnya.

“Masyarakat juga harus punya jiwa Bela Negara atas kesadaran dirinya, bukan karena paksaan. Sehingga nantinya dapat mempererat keutuhan NKRI,”pungkasnya. (ery ns)