Diduga Jadi Tukang Santet, 2 Keluarga Di Sampang Madura Terlibat Carok, 3 Meninggal Dunia, 2 Kritis

Caption foto : salah satu korban selamat yang kini dilarikan ke Rumah Sakit setempat

KANALINDONESIA.COM, SAMPANG : Dituduh melakukan santet, 2 keluarga terlibat carok (red : perkelahian demi harga diri), 3 orang meninggal dunia, dan 2 lainnya luka kritis akibat benda tajam jenis clurit.

AKP H. Kariono, SH, selaku Kasat Intelkam Polres Sampang, membenarkan terkait adanya peristiwa carok tersebut, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” pada hari sabtu tanggal 8 April 2017, sekitar pukul 15.30 WIB,  telah terjadi carok di Dusun Naporan Laok, Desa Ketapang Timur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang,” ujarnya.(09/04/2017)

Saat ditanya terkait kronologi awal mula terjadinya carok tersebut, pihaknya memaparkan,” awal mulanya yakni, saudara Saraton telah mengalami sakit kembung perutnya selama kurang lebih 2 tahun dan akhirnya meninggal dunia hari Sabtu 8 April 2017 sekitar pukul 15.00 WIB, di rumahnya, selanjutnya saudara Saliman dan Muhamad Habibi yang merupakan anak almarhum Saraton, mencurigai bahwa saudara Mustofa adalah yang bertanggung jawab atas kematian Saraton, karena anak almarhum mencurigai Mustofa telah melakukan santet atau guna-guna pada Saraton hingga meninggal dunia,” paparnya.

Masih menurut penjelasan Kariono,” kemudian Saliman dan Muhamad habibi, mendatangi Mustofa dan menyerang Mustofa dirumahnya sehingga terjadilah carok antara Muhamad Habibi, Saliman dengan Mustofa, Sitina, dan Dur yang merupakan keluarga Mustofa,” tegasnya.

Lanjut Kariono,” Mustofa, Sitina dan Saliman meninggal di Tempat Kejaian Perkara (TKP), sedangkan Muhamad Habibi dan Dur, harus dilarikan ke Rumah Sakit setempat karena mengalami luka berat. Untuk Dur dilarikan ke RSUD Pamekasan, sedangkan untuk Muhamad Habibi harus dilarikan ke RSUD Sampang,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun oleh kanalindonesia.com, sejumlah petugas kepolisian dari Polsek Ketapang dan Polres Sampang, mendatangi TKP, menyita sejumlah barang bukti, yakni sebilah celurit, 3 sarung pengaman celurit, 1 pasang sandal, 3 kopyah, pakaian korban yang meninggal dunia. Petugas juga mendata sejumlah saksi dilapangan untuk kepentingan lebih lanjut atas terjadinya peristiwa carok tersebut.(elo)