Kapendam Jaya: Kita Harus Antisipasi Pengaruh Negatif Medsos

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Kodam Jaya menerima Tim Pokja ( kelompok Kerja) Sahli Kasad yang dipimpin Kolonel Arm Totok Imam S, SIP, S. Sos M.TR (Han) dan Kolonel  Arh I Ketut Sugiatha, SE yang diterima Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa P.W. di ruang rapat Slogdam Jaya, Makodam Jaya Cililitan Jakarta Timur, Senin kemarin (10/04/2017).

Kedatangan tim Pokja ini sesuai perintah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono kepada Kepala Staf Ahli Kasad  untuk membuat Tim kelompok Kerja dalam “kajian bidang pencegahan dan dampak negatif media sosial terhadap prajurit dan keluarganya di lingkungan TNI AD”.

Keberadaan tim Pokja ini sangat penting karena TNI AD perlu menata penggunaan media sosial (bagi para prajurit), kira-kira apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, apa saja yang baik dan kurang baik (diungkapkan di media sosial) bagi umum, dan bagi kita juga, agar tak terjadi hal yang salah.

Tentang beberapa hal yang berdampak dapat merusak persatuan dan kebersamaan,  menjadi pertimbangan, untuk menentukan aturan tidak boleh (diungkapkan) menjadi konsumsi umum (melalui media sosial).

Hingga kini, TNI AD terus menggodok aturan penggunaan media sosial bagi prajuritnya, sejalan dengan banyak  pengamat yang menganjurkan dan mendukung upaya ini,  sebagaimana juga sudah menjadi aturan wajib di perusahaan-perusahaan besar.

“Dewasa ini,  Media Sosial telah mewabah seakan menjadi kebutuhan primer bagi individu di era kekinian yang memiliki dampak positif dan negatif bagi setiap sendi kehidupan di Republik ini,”terang Kapendam Jaya Kolonel Inf Heri Prakosa Ponco Wibowo saat diskusi.

Heri melanjutkan, bahwa perkembangan IT dengan aplikasi media sosial sangat berpengaruh di lingkungan satuan, hal ini dapat dilihat dari munculnya suatu “kecanduan” yang hampir dialami oleh prajurit mulai level terendah hingga level teratas, demikian pula bagi anggota keluarganya, dimana sudah terjadi “tiada hari tanpa membuka media sosial”, bahkan hampir 24 jam, sehingga memang perlu aturan yang bersifat menyeluruh.

Dalam kegiatan ini, tim Pokja mengambil sample dari satuan-satuan Balak Kodam Jaya yang diwakili Pendam Jaya, Jasdam Jaya, Kesdam Jaya, Kumdam Jaya, Satpur dan Satkowil Kodam Jaya sebagai pengumpulan data prajurit dan keluarganya dalam penggunaan media sosial.

Kapendam Jaya juga menjelaskan, dengan adanya suatu aturan, maka dampak positif pemanfaatan medsos secara baik dan benar dalam penjabaran perintah ke satuan bawah akan sangat dirasakan dampaknya, seperti kecepatan yang bersifat massal dalam merespon informasi yang dikirimkan. Yang dimaksud kecepatan disini ialah dapat mempersingkat waktu sampainya perintah ketujuan. Bersifat massal artinya perintah yang sama dapat langsung diterima oleh seluruh anggota dari medsos tersebut secara bersamaan. Contoh nyata yang sangat dirasakan adalah adanya group-group medsos seperti WhatsApp, telegram dan lain-lain. Seluruh Anggota group WhatsApp atau telegram akan langsung mengetahui perintah yang dikirimkan dari atasan.

Nantinya dengan adanya aturan tersebut, dampak negatif penyalahgunaan medsos dapat dicegah.

Dihadapan tim Pokja, Kapendam juga menjelaskan, dampak negatif penggunaan medsos prajurit Kodam Jaya sampai saat ini belum ditemukan pelanggaran, semua masih dalam kewajaran dan benar dalam penggunaanya, hal ini karena para Dansat selalu memberikan penjelasan kepada anggotanya. (ery ns/pendam jaya)