Kemendes Tertinggal Akan Pasang EWS di Desa Dayakan

merah zona longsor, hijau jalur lewat utara

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Kementrian Desa Tertinggal dalam waktu dekat akan memasang early warning system (EWS) di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.

Pemasangan alat ini untuk memberikan peringatan sedini mungkin kepada warga setempat jika terjadi pergerakan tanah yang cukup besar. Sehingga masyarakat bisa melakukan langkah penyelamatan sedini mungkin saat terjadi bencana.

Diketahui sebelumnya Badan Meteorologi dan Geofisika Tretes, Kabupaten Malang kemarin sempat melakukan penelitian dan memasang alat untuk mendeteksi terjadinnya gempa. Namun ternyata tidak ada gempa di Desa Dayakan.

Hasil penelitian dari Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVM BG) selama 2 hari menyebutkan bahwa tanah retak yang terjadi di Dusun Watuagung, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan dikarenakan adannya pergerakan tanah.

Pergerakan tanah ini cukup berbahaya dan berpotensi menjadi bencana jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi, dalam waktu yang cukup lama dan terus menerus.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Ponorogo, Setyo Budiono saat berada di Desa Dayakan, Rabu (12/04/2017) menjelaskan untuk alat seismograf yang dipasang oleh BMKG pada Rabu 12 April sudah dilepas.

“Pelepasan ini  dilakukan karena tanah retakan yang terjadi di Dayakan bukan karena gempa tapi karena pergerakan tanah. Selanjutnya akan dipasang alat deteksi dini untuk peringatan bencana dari Kementrian Desa Tertinggal. Alat ini akan berbunyi alarmnya jika ada potensi bencana,”ucapnya.

Dikatakan Setyo Budiono,”hasil penelitian PVMBG diketahui untuk kondisi tanah di Desa Dayakan, pergerakannya secara perlahan, tidak langsung ambrol seperti di Banaran. Karena tekstur tanahnya berbeda yaitu berupa patahan-patahanm namun tetap diantispasi dengan dipasang earley warning sistem,”urainya.(AD)