Tak Ada Jawaban, DPC Projo Kabupaten Jombang, Layangkan Surat Somasi 2, pada Kordum Gempar

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya organisasi masyarakat (ormas), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Kabupaten Jombang, layangkan somasi kepada kordinator umum (Kordum), Gerakan Masyarakat Peduli Agraria (Gempar), hal ini menuyusul adanya steatmen dari kordum Gempar, yang dianggap dengan sengaja melecehkan dan merendahkan martabat Presiden. Namun pasca dilayangkan surat somasi pada kordum tersebut, belum ada respon, sehingga hal ini membuat pengurus Ormas DPC Projo, bidang hukum dan konstitusi, melayangkan surat somasi ke 2 dan yang terakhir.

Hal ini diungkapkan oleh Beni Hendro Yulianto, SH, selaku pengurus ormas DPC Projo Kabupaten Jombang bidang hukum dan konstitusi, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” Sehubungan dengan tidak diindahkannya Surat Somasi Pertama yang kami layangkan kepada saudara Nurul Chakim pada tanggal 06 April 2017 lalu, terkait statemen beliau yang kami nilai menyerang martabat Presiden Ir.Joko Widodo serta melecehkan program NAWACITA pada bukti rekaman video visual, maka kami selaku Pengurus DPC Projo Kabupaten Jombang ,pada hari ini kembali melayangkan Surat Somasi No.009/SP.2//DPC-PROJO/JBG/IV.2017,” ujarnya saat ditemui kanalindonesia.com dikantornya.(11/04/2017)

Masih menurut penjelasan Beni,” ini merupakan somasi terakhir untuk menanggapi sikap saudara Nurul yang secara nyata menunjukkan itikad tidak baiknya, dalam menyelesaikan suatu permasalahan yang beliau hadapi saat ini, sekali lagi kami mengingatkan bahwa sikap apatis yang ditunjukkan saudara  Nurul dengan tidak merespon tuntutan kami sebagaimana yang telah disebutkan didalam isi somasi pertama yang kami layangkan kemarin,” tegasnya.

Saat disinggung soal apa dampak yang akan muncul pada kordum Gempar, dengan tidak mengindahkan surat somasi tersebut, pria yang kesehariannya sebagai advokad Jombang, ini mengatakan,” ya tentunya, ada dampak dari sikap apatis yang bersangkutan, dan sikap tersebut dapat merugikan beliau sendiri. Dan kami menilai sikap tersebut kami anggap sebagai sikap yang sangat tidak gentle, yang tidak semestinya ditunjukkan oleh seorang yang mengklaim dirinya sebagai aktivis, apalagi pihaknya waktu itu sebagai kordum dalam aksi demo Gempar waktu lalu,” ungkapnya.

Lantas saat ditanya apa langkah selanjutnya yang diambil oleh pihak ormas DPC Projo Kabupaten Jombang, selanjutnya mengenai polemic ini, selaku pengurus bidang hukum dan konstitusi pihaknya, menyampaikan,” bahwa intinya kami selaku pengurus DPC Projo Kabupaten Jombang, sudah melakukan cara-cara persuasif dalam mensikapi statemen beliau, direspon atau tidak oleh saudara Nurul itu adalah kak beliau, tapi kami tegaskan sekali lagi bahwa kami tidak main-main dalam hal ini,” pungkasnya.

Sementara itu Joko Fattah Rochim, selaku Ketua DPC Projo Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” untuk maslah melecehkan dan merendahkan martabat presiden dalam steatmen yang dikeluarkan oleh saudara Nurul Chakim, kita sudah menyerahkan urusan ini pada bidang yang menanganinya, karena ini merupakan masalah yang kami anggap penting, dan perlu kami sikapi, sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku tentunya,” tegasnya.

Ketika disinggung soal apa langkah hukum yang diambil oleh pihaknya jika surat somasi kedua dari DPC Projo Kabupaten Jombang, juga tidak direspon oleh kordum Gempar, pihaknya mengatakan,” sudah pasti tentunya kita akan tempuh jalur hukum mas, mengingat ini sudah menyangkut pelecehan serta merendahkan martabat terhadap simbol negara,” pungkasnya.(elo)