Indonesia Mempunyai Rizal Ramli Seorang Ekonom Handal

KANALINSONESIA.COM, JAKARTA: Dalam Seminar Ekonomi Makro dikantor PT Astra Internasional Tbk, Senin, (3/4/2017), Sri Mulyani Indrawati, Menkeu menyatakan bahwa kalau Indonesia ingin maju maka harus meningalkan perekonomian yang mengandalkan Sumber Daya Alam. Sri Mulyani menyatakan bahwa dalam dekade terakhir pertumbuhan ekonomi rata2 5,7% dan kemakmuran rakyat meningkat tanpa menyebutkan bahwa ada negara lain seperti Vietnam dan Filipina yang tumbuh lebih tinggi dari Indonesia.

Ia mengingatkan agar Indonesia jangan terjebak dalam “middle income trap” (jebakan bagi negara2 berpenghasilan menengah, yaitu tidak bisa naik lagi dari GDP perkapita $ US 5000-10.000), karena dari 190 negara hanya sedikit yang berhasil lolos dari jebakan itu, misalnya seperti Singapura, Korea Selatan dan Taiwan .

Menurut Sri Mulyani trap (jebakan) nya itu adalah institusinya yang lemah, KKN, pilih kasih, bukan based on system tetapi based on personal connection, lemahnya ease of doing business dan sebaginya.

Oleh karena itu Indonesia harus mengembangkan sumber-sumber perekonomian yang baru, jangan cuma mengandalkan komoditas mentah, harus ada nilai tambah. Kita harus beralih ke industri pengolahan,teknologi, juga harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kita harus beralih dari sumber daya alam ke teknologi dan sumber daya manusia.

Sebelum kita membahas yang lainnya kita bahas dulu bahwa dalam satu dekade terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia itu rata2 mencapai 5,7% pertahun menurut SMI adalah suatu prestasi yang hebat ( dalam pidato yang lain SMI menyatakan perekonomian Indonesia nomor 3 terbaik didunia setelah Cina dan India ), maka akan kita bahas perekomian Vietnam dan Filipina berdasarkan data2 resmi dari World Bank agar kita tidak keliru memahami perekonmian Indonesia yang diakibatkan oleh pencitraan yang dilancarkan oleh SMI

Dari overview tentang Vietnam di website Bank Dunia www.worldbank.org dikatakan bahwa Vietnam sejak tahun 1990 menjadi salah satu negara yang mempunyai pertumbuhan GDP perkapita yang tercepat didunia dan sejak tahun 2000 rata2 pertumbuhannya 6,4% pertahun jauh diatas Indonesia yang dinyatakan Sri Mulyani hanya 5,7% pertahun. Selain itu jumlah penduduknya yang sangat miskin telah turun jauh sekali dari 50% pada awal tahun 1990an menjadi hanya 3% ditahun 2012.

Indonesia mempunyai seorang ekonom handal yang sering melakukan terobosan yang inovatif untuk memunculkan sumber – sumber pertumbuhan ekonomi baru yaitu DR Rizal Ramli Menko Perekonomian di era Gus Dur 2000 – 20001 dan Menko Maritim dan Sumber Daya 2015 – 2016.

Rizal Ramli pada era Gus Dur pernah menyelamatkan PT IPTN yang kemudian berubah menjadi PTDI, perusahaan negara pembuat pesawat terbang, yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi maju, bukan hanya mengandalkan SDA. PTDI harus diselamatkan karena tiba2 LOI ( Letter Of Intent ) IMF ( tempat kerja dan pengabdian SMI selama 2 tahun sebelum menjadi Menteri /Ketua Bappenas ), mengharuskan agar pemerintah RI menyetop anggaran kepada PTDI. Rizal Ramli kemudian mengadakan perombakan besar-besaran, hasilnya pada tahun 2001 PTDI bisa meningkatkan penjualan hampir tiga kali lipat, hingga mencapai Rp 1,4 Trilyun.

RR juga pernah menyelamatkan PLN, peusahaan negara yang terkait dengan pembangkitan, transmisi dan distribusi listrik. PLN sudah secara teknis bangkrut akibat banyaknya kontrak pembangunan pembangkit listrik KKN yang tarifnya gila2an dijaman Orde Baru. Semester pertama tahun 2000 saja PLN didera kerugian 11,58 Trilyun rupiah. Modal PLN sudah minus Rp 9,1 Trilyun, sudah ditolak oleh bank di-mana2, diselamatkan oleh RR, modal PLN naik menjadi Rp 119,4 Trilyun tanpa menyuntikkan modal sepeserpun, tetapi dengan revaluasi aset. Tindakan penyelamatan BUMN yang belum pernah ada dalam sejarah . Itupun belum cukup, RR menegosiasi hutang pemerintah yang disebabkan oleh PLN dari $ US 80 Milyar menjadi hanya $ US 35 Milyar.

Dibidang perbankan RR juga pernah menyelamatkan krisis BII, suatu bank yang jauh lebih besar dari bank Century, tanpa menyuntikkan modal sepeserpun. Namun selain itu juga bukan hanya menyelamatkan persahaan2 yang terancam kolaps saja akibat krisis ekonomi 97/98, tetapi RR juga menggerakkan sumber pertumbuhan eonomi baru yaitu dunia penerbangan. Dulunya dunia penerbangan hanya dikuasai oleh sedikit pemain yang cenderung mahal, tidak efisien dan tidak ada kompetisi yang sehat. RR membuka ijin2 baru bagi perusahaan2 penerbangan agar terjadi kompetisi yang sehat. Maka bermunculanlah perusahaan2 baru seperti Lion Air, Sriwijaya Air dll, sehingga selain tarifnya lebih murah, jumlah penumpangnya lebih dari 5 kali lipat sebelumnya, dan menghasilkan pajak bagi pemerintah.

Untuk membantu petani akibat krisis 98 yang membuat harga2 kebutuhan pokok melonjak tinggi sehingga juga membuat petani kesulitan untuk membayar Kredit Usaha Tani (KUT) RR juga menghapuskan 100% bunga kredit, dan antara 25 % – 50 % pokok pinjamannya. Sehingga para petani yang jumlahnya meliputi jutaan orang itu dapat meneruskan pekerjaannya dengan tenang.

Untuk membantu sektor UKM dan properti yang juga banyak mempunyai kredit macet ditahun 2000 – 2001 itu RR merestrukturisasi kredit mereka sehingga sektor tersebut bisa bergerak lagi.

Pada bulan Agustus 2015 s/d Juli 2016 ( selama 11 bulan ) DR Rizal Ramli menjabat sebagai Menko Maritim dan Sumber Daya dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam masa jabatannya ini RR juga membuat kebijakan-kebijakan dan program-program yang menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi yang baru. Sebagai Menko, pertama – tama dengan mengkoordinasikan Menteri Perhubungan menjalankan program Presden Jokowi yaitu menjalankan program Tol Laut. Program ini meliputi 6 rute yang 5 rute diantaranya adalah menuju Indonesia Timur. Hal ini selain akan bisa menurunkan harga2 kebutuhan pokok yang selama ini berbeda jauh dengan wilayah Indonesia Tengah dan Barat , juga akan menumbuhkan perekonomian di Indonesia Timur.

RR juga menjalankan program 10 tujuan wisata yang diprioritaskan agar nantinya bisa membesarkan industri pariwisata. Industri ini hanya membutuhkan investasi yang relatif kecil, melibatkan ratusan ribu tenaga kerja langsung atau tidak langsung, bisa menyebar keseluruh Indoesia, dan bisa menumbuhkan industri-industri lainnya. RR telah memulai dengan mendorong pariwisata di Danau Toba, memperbaiki bandara Silangit, akan memperbaiki bandara Sibisa, membuat jalan tol, infrastrukturnya dll. Untuk mendukung perkembangan pariwisata ini RR telah mempersiapkan sekolah tinggi perhotelan di NTB dengan bekerjasama dengan Swiss dan membuat kebijakan bebas visa untuk 169 negara yang kemudian berdampak besar bagi bertambahnya jumlah wisman.

Selain itu RR juga merencanakan pembangunan kompleks industri Petrokimia yang menggunakan sumber gas di blok Masela Maluku. Untuk itu telah berkunjung ke negara-negara yang industri Petroimianya lebih maju seperti Malaysia. Industri Petrokimia di Pulau-pulau terdekat dengan blok Masela ini selain akan mampu menghilangkan import bahan plastik sebesar lebih dari Rp 100 Trilyun pertahun, juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur yang mempunyai banyak sekali multiplier efek.

Juga mendorong dibesarkannya industri perawatan pesawat terbang yang selama ini banyak yang dilakukan diluar negeri padahal bisa dilakukan didalam negeri. Untuk itu telah diurus pembebasan impor komponen pesawat terbang. Juga telah merencanakan untuk mendorong industri perkapalan karena PT PAL telah mampu membuat kapal perang yang diekspor ke Filipina.

Demi mengantisipasi agresifitas Cina di Laut Cina Selatan, maka RR sebagai Menko merencanakan pembangunan Natuna yang akan didukung oleh 4 sektor ,yaitu oil and gas, perikanan, jasa pelayanan perkapalan dan pariwisata. Kontraktor-kontraktor oil and gas yang stagnan akan diaktifan kembali atau diganti, akan dibuat pasar ikan terbesar nomor dua di Asia setelah Jepang, untuk itu juga akan mendatangkan 400 kapal nelayan diatas 60 GT dari Pantura yang akan memanfaatkan perairan Natuna yang tingat penangkapan ikannya masih rendah. Sehingga nelayan-nelayan kecil di pantura busa mendapat ikan lebih banyak dan nelayan besarnya menangkap ikan di Natuna.

Karena di perairan Laut Cina Selatan lalu lintas perkapalannya cukup ramai maka juga akan dikembangkan jasa pelayanan perbaikan kapal dan yang melayani kebutuhan2 perkapalan. Selain itu juga akan dikembangfkan priwisata karena di Natuna juga terdapat pantai yang sangat indah. untuk itu akan bekerjasama dengan Perancis.

Untuk menggerakkan perekonomian di pedesaan, RR sudah merencanakan penggalakkan program Mina Padi. Program tersebut adalah memelihara ikan di sawah. Jadi petani sekaligus menanam padi sambil memelihara ikan. Ini akan membuka peluang kerja bagi ratusan ribu tenaga kerja di-desa2 di seluruh Indonesia dan menumbuhkan perekonomian pedesaan.

Secara singkat kata apa yang dipidatokan oleh SMI tentang kita harus beralih dari perekonomian yang bergantung kepada SDA dan komoditi sudah banyak sekali dilakukan oleh DR Rizal Ramli sejak tahun 2000 atau 17 tahn yang lalu. Jadi RR sudah melakukan banyak sekali dan banyak hasilnya, SMI baru berpidato dan belum ada rekam jejaknya.

Indonesia adalah negara yang sangat besar. Kalau dibentangkan di benua Eopa bisa menutup jarak antara Inggris sampai Laut Kaspia perbatasan antara Eropa dan Asia. Kalau dibentangkan di wilyah Amerika Serikat menutup dari pantai barat di Lautan Pasifik dan kepala burung Papua sudah menutup pantai timur di Lautan Atlantik dan badannya Papua ( Merauke ) berada jauh sekali menjorok kewilayah Laut Atlantik. Jumlah penduduknya 255 juta, terbesar keempat didunia dengan berbagai macam suku, agama, latar belakang sosial politik dan pendidikan.

Oleh karena itu untuk bisa menumbuhkan perekonomian yang tinggi dan merata diperlukan tokoh ekonomi yang handal dan terbukti prestasinya, bukan hanya ekonom yang dibesarkan citranya oleh media dalam dan luar negeri serta anak murid dari Bank Dunia dan IMF yang mempunyai kepentingan lain dari kepentingan nasional. Kalau tidak demikian, cita-cita besar Presiden Jokowi untuk memajukan Indonesia dan mensejahrerakan rakyatnya tidak akan tercapai. (gardo)