Dipasang Larangan, Sejumlah Pengunjung Nekat Masuk Lokasi Tanah Longsor Banaran

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Penetapan zona merah dan pemasangan larangan masuk ke lokasi tanah longsor di Desa Banaran, Pulung, Ponorogo, Jatim belumlah banyak diindahkan oleh sejumlah pengunjung.

Tidak semua orang yang datang ke lokasi bencana tanah longsor yang menewaskan 28 orang warga setempat tersebut, untuk memberikan bantuan, simpati dan empati. Akan tetapi masih ada sebagian yang datang ke lokasi hanya untuk berwisata, berselfi.

Seperti halnya yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang mengaku berasal dari Surabaya, mereka dengan santai nekat berjalan memasuki lokasi tanah longsor di sektor D menuju sektor C saat sepulang dari sholat jumat di masjid setempat.

Mereka sebenarnya sudah diingatkan oleh sejumlah awak media yang kebetulan juga berada didekat peringatan tersebut, namun tetap saja menerobos, yang kemudian juga diketetahui oleh Kapolsek Pulung, AKP Deny Fachrudianto saat turun dari sholat Jumat.

Tak ayal, Kapolsek langsung mengejarnya dan langsung meneriaki mereka untuk kembali.

“Kamu bisa baca nggak, hanya dalam hitungan detik kesempatan kamu untuk bisa menyelamatkan, jelas-jelas ada peringatan masih saja nekat masuk,”teriak AKP Deny Fachrudianto tampak geram.

Padahal tumpukan material longsoran sebanyak 1 juta meter kubik lebih berupa lumpur tersebut masih mengandung air yang sewaktu waktu bisa longsor.

Untuk mengantisipasi adanya korban lagi maka pihak kepolisian setempat telah memasang tanda larangan masuk di 8 titik yang masuk kategori zona merah.

Beberapa menit kemudian, saat belum hilang rasa geram, tiba-tiba terdengar deruman kendaraan, yang ternyata muncul sekitar 10 pengendara komunitas trail.

Lagi-lagi AKP Deny Fachrudianto terlihat geram dan sembari menahan amarah, Iapun menghentikan para pengendara trail yang melintas dari sektor C tersebut.

“Jalan ini bukan untuk umum, ini dibuka untuk penyelamatan alat berat tersebut. Namun sangat disayangkan, masih banyak masyarakat yang mengabaikan peringatan ini,”terang AK Deny Fachrudiano.

Dari pantauan kanalindonesia.com dilokasi, sejumlah pengunjung yang nekat menerobos mengaku berasal dari luar Ponorogo dan bukan warga asli Desa Banaran.(AD)