Kapolres Jombang Pimpin Sidang Kelulusan Rikmin Awal dan Penandatanganan Pakta Integritas

Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, saat tandatangi pakta integritas

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Di lapangan belakang Polres Jombang, pada Minggu (16/04/2017) pukul 15.00 WIB, Kapolres Jombang yakni, AKBP Agung Marlianto, SIK,M.H, selaku Ketua Pabanrim Polri TA 2017 Polres Jombang, sekaligus sebagai pemimpin sidang kelulusan Rikmin Awal, serta kegiatan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu taruna Akpol, Bintara PTU dan Polwan, Bintara Musik, Bintara TI, dan Tamtama Polri T.A 2017 Pabanrim Jombang.

Dalam kegiatan sidang kelulusan rikmin awal bagi calon anggota Polri TA. 2017 serta penandatanganan pakta integritas tersebut, selain dihadiri oleh Kapolres juga dihadiri ketua DPRD Kabupaten Jombang, Sekretaris Lakpesdam NU Kabupaten Jombang, Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Kepala Disdik kabupaten Jombang, Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang, pejabat utama Polres Jombang, para Kapolsek jajaran Polres Jombang, serta sejumlah tamu undangan penting lainnya dan calon siswa Polri dari Pabanrim Polres Jombang sejumlah 311 orang.

Dalam sambutannya didepan seluruh peserta maupun tamu undangan, AKBP Agung Marlianto menyampaikan beberapa hal terkait proses seleksi penerimaan Polri mulai dari kategori Tamtama, Bintara hingga Akpol. Berikut hal-hal yang disampaikan orang nomor satu di jajaran Polres Jombang tersebut menuturkan,” Taruna Akpol, Bintara PTU, dan Polwan, Bintara Music, Bintara TI, dan Tamtama Polri T.A 2017, merupakan Sumber Daya Manusia Polri yang diarahkan untuk mampu berperan sebagai pelaksana yang mahir, terpuji,, dan patuh hukum dalam mengawaki organisasi Polri. Oleh karena itu, setiap calon taruna Akpol, Bintara Polri, dan Tamtama Polri dituntut untuk memiliki kualitas yang dipersyarakatkan baik yang menyangkut aspek mental, kepribadian atau kejiwaan, intelegensi, kesehatan, dan jasmani,” ungkapnya.

penandatanganan pakta integritas

Masih menurut Kapolres Jombang,” Untuk mendapatkan  calon yang dimaksud, maka proses penyelenggaraan penerimaan harus dapat dilaksanakan sebaik-baiknya sebagaimana yang terkandung dalam prinsip dasar penerimaan BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, demikian halnya dalam proses penyelenggaraannya harus berjalan secara efektif, efisien, dan mencapai sasaran, serta clear and clear (red : bersih dan tuntas),” ujarnya.(16/04/2017)

Lanjut Kapolres Jombang,” Berdasarkan surat keputusan Kapolres Jombang, nomor :KEP/34,35,36,37/IV/2017, tentang pendaftaran ulang Pabanrim Jombang, yang diyatakan memenuhi syarat pemeriksaan administrasi awal berjumlah 311 calon peserta dari 403 pendaftar online, dengan rincian sebagai berikut, Calon taruna Akpol 23 peserta, Bintara tugas umum 226 peserta, Bintara khusus music kosong (red : 0), Bintara khusus TI 43 peserta, dan Tamtama 19 peserta. Dan bagi 92 yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, agar tidak patah semangat karena masih ada kesempatan pada tahun depan. Dan dalam kesempatan ini saya mengingatkan kepada peserta maupun orang tuanya bahwa penerimaan Polri tidak dipungut biaya apapun dan transparan, sehingga para orang tua jangan percaya terhadap oknum yang menjanjikan, jaminan kelulusan, dengan cara memberikan sejumlah uang, dan apabila menemukan kejadian seperti ini agar langsung dilaporkan kepada panitia setempat,” tegasnya.

Dari pantauan kanalindonesia.com dilapangan, selanjutnya kegiatan tersebut dilanjukan dengan penandatanganan pakta integritas penerimaan terpadu taruna Akpol, Bintara PTU dan Polwan, Bintara Musik, Bintara TI, dan Tamtama Polri T.A 2017 Pabanrim Jombang.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com,  maksud dan tujuan diadakannya penandatangan pakta integritas adalah sebagai sarana control, pengendalian, dan pengawasan melekat dalam setiap proses penerimaan calon anggota Polri, sehingga akan dihasilkan calon anggota Polri terbaik, baik dari aspek jasmani dan rohani maupun aspek mental. Selain itu upaya ini juga merupakan langkah strategis penataan dan pembinaan personel Polri sejak awal menjadi anggota, sehingga secara bertahap diharapkan akan terwujudnya insan Polri masa depan yang professional, sebagaimana upaya Polri untuk melakukan perubahan Mind std an culture set Polri, dalam rangka mewujudkan institusi Polri yang bersih.(elo)