Wartawan Metro Jateng alami kekerasan d jalan raya Kemiri

KANALINDONESIA.COM, GROBOGAN: Nasib apes d alami oleh salah satu wartawan Koran Harian Metro Jateng wilayah kab.grobogan usai menjalankan tugasnya sebagai wartawan berniat pulang ke rumah, sabtu malam (15/4) namun setelah perjalanannya sampai di jalan raya kemiri desa kemiri kec.gubug, saat mobil yg di kendarai melintas pelan-pelan, tiba- tiba body mobil sebelah kiri bunyi brak, seperti ada orang yang menendang, lantas wartawan tersebut turun dan melihat apa yang terjadi, ternyata ada beberapa pemuda yang tengah nongkrong.  lantas dia bertanya menanyai dengan sopan.

“Selamat malam om, kok mobil saya di tendang ada apa? Apa ada yang salah?” tanya wartawan.

Namun malah di jawab ketus oleh pelaku yg menendang yg di ketahui bernama Ahmadi warga setempat.

“Malam!! Ada apa? G terima ya? Terus maunya apa? ketus Ahmadi yang berperawakan gundul.

“Saya hanya tanya salah saya apa? Ulang sang wartawan.

“Kalo tidak terima mau apa? Silah catat nopol saya,” tantangnya.

“Ok tungu bentar om,” jawabnya.

Akhirnya sang wartawan naik mobil kembali tapi balik kanan menuju Polsek Gubug dan melaporkan kejadian premanisme tersebut.

Laporan di terima langsung oleh Kapolsek Gubug AKP Dedy, dan lgsg di perintahkan untuk mencari keberadaan pelaku, namun saat petugas sampai d TKP, pelaku dan gerombolannya sudah tidak ada, alias kabur.

Hingga berita ini di turunkan polisi masih mencari keberadaan pelaku.

Sementara korban perlakuan yang tidak mengenakan mengatakan bahwa pihaknya dalam hal ini hanya minta kepada polisi agar menangkap pelaku, sebab perbuatan pelaku sudah meresahkan pengguna jalan dan jika ini di biarkan mk kejadian serupa akan menimpa para pengguna jalan lainnya. (Ywn)