Longsor Banaran, Pemkab Ponorogo Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Ponorogo memperpanjang masa tanggap darurat bencana alam tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, mulai Sabtu (15/04/2017).

Perpanjangan dilakukan selama satu pekan ke depan yaitu sampai Sabtu (22/04/2017) mendatang.

Perpanjangan ini dilakukan karena beberapa alasan penting terkait penanganan bencana, diantarannya tindak lanjut penanganan lumpur yang saat ini masih menumpuk sangat tinggi dengan jumlah mencapai 1 juta meter kubik lebih.

Jika tidak dilakukan penanganan dengan membuat sodetan untuk jalannya lumpur maka apabila terjadi hujan deras bisa menjadi bencana bagi warga dibawahnya.

Padahal dibawah Zona D ada sekitar 20 kepala keluarga  dan fasilitas umum yang  sangat fital bagi desa Banaran dan  terancam longsor susulan antara lain  SDN Banaran, masjid dan kantor desa.

Meski Badan Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan bahwa daerah bawah sektor D merupakan daerah berbahaya, namun pemerintah tetap berupaya membuat terobosan. Meski cukup sulit, pemerintah bersama TNI dan Polri  berusaha mengalirkan lahar dingin ke sungai terdepan.

Untuk penataan tersebut menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum(DPU) Ponorogo sedangkan untuk relokasi menjadi tanggung jawab  BPBD dibantu TNI.

Bupati Ponorogo Ipong Muklisoni pada sabtu (15/04/2017) mengakui adannya perpanjangan masa tanggap darurat bencana tanah longsor Banaran.

Ada beberapa masalah yang belum terselesaikan dilokasi bencana tanah longsor Desa Banaan saat ini, sehingga bupati harus mengeluarkan surat keputusan tersebut.

“Penyelesaian  masalah seperti normalisasi infrastruktur jalan, listrik, air bersih dan pembuatan jalur lumpur masih membutuhkan banyak dana, jika diluar masa tanggap darurat pemerintah kesulitan untuk pembiayaan,”ucapnya.

Bupati harus membuat surat tertib administrasi tentang terjadinya bencana dan tanggap darurat sehingga  seluruh biaya yang dikeluarkan menjadi sah. karena bersumber dari dana yang tak terduga.

Apresiasi atas perpanjangan masa tanggap darurat, diungkapkan oleh kepada desa Banaran  Sarnu.

Pasalnya perpanjangan ini sudah diharapkan sebelumnya. Sarnu menilai masih banyak hal yang perlu dilakukan untuk normalisasi diwilayahnya.(AD)