Pangdam V/ Brawijaya Sambangi Pengungsi Banaran di Rumah Relokasi Sementara

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Panglima Kodam (Pangdam) V/Brawijaya Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko sambangi pengungsi korban bencana alam tanah longsor yang mulai menempati barak sementara di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo, Jawa Timur, Senin(17/04/2017).

Ada sekitar 19 Kepala Keluarga(KK) yang sebelumnya mereka mengungsi diberbagai rumah warga serta rumah kepala desa setempat.

Datang dengan didampingi Komandan Korem 081/DSJ Madiun Kolonel Inf Piek Budyakto, Dandim 0802/Ponorogo, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni dan jajaran Forpimda Ponorogo, Pangdam menyempatkan melihat lokasi tanah longsor  dan berdialog dengan sejumlah pengungsi.

Mayjend TNI Kustanto Widiatmoko yang mulai menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya menggantikan Mayjend TNI I Made Sukadana sejak 31 Maret 2017 itu mengakhiri kegiatan kunjungannya di Banaran dengan menyerahkan simbolis bantuan aneka sembako, pakaian serta peralatan mandi kepada perwakilan pengungsi.

“Saya memastikan pengungsi mendapat tempat penampungan (relokasi) sementara yang layak huni,” kata Pangdam saat simbolis menyerahkan rumah relokasi sementara hasil pembangunan 120 personel TNI selama sepekan terakhir.

Dalam kesempatan itu, Pangdam menegaskan kesiapan TNI dalam membantu Pemkab Ponorogo dalam menyiapkan bangunan relokasi permanen untuk para pengungsi.

“Pada prinsipnya kami siap. Selain unsur kewilayahan, kalau nanti memang dibutuhkan unsur-unsur membangun hunian tetap dengan dukungan satuan zeni, kami akan siapkan,” ujarnya.

Saat ini pembangunan rumah permanen belum dimulai karena masih menunggu kebijakan dan hasil koordinasi dengan Pemprov Jatim.

“Dengan kebijakan pemerintah daerah yang tentunya juga akan menggerakkan warga dan tim relawan BPBD dalam program rumah relokasi permanen maka saya yakin pengerjaannya nanti akan lebih cepat selesai,” ujarnya.

Pangdam menjelaskan secara personil dan peralatan dari TNI sangat cukup dan mumpuni sehingga kalau diperintah diminta bantuan sewaktu waktu akan siap.

Pangdam berharap pada proses pembangunan rumah yang juga di bantu penuh oleh TNI tidak terlalu lama prosesnya, terlebih bupati juga pastinya mengarahkan warga untuk kerja bakti.” Harapannya mereka secepat mungkin menempati tempat baru.

Pangdam bersama jajaran TNI juga akan terus kerjasama dengan berbagai stek holder untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana dan tidak

Kesiapsiagaan prajurit TNI menghadapi daerah lain yang banyak potensi bencana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, mengingatkan jajaran kewilayah untuk memantau terutama pada saat perubahan musim seperti sekarang.

“Tentu harus mengingatkan mereka yang ada di zona bahaya. Untuk waspada dan didorong untuk mengamankan diri didaerah yang aman,”ucapnya.

Selain komitmen pengerahan personel TNI dari satuan zeni bangunan untuk pembangunan relokasi permanen 40 pengungsi, Pangdam juga menegaskan kesiapan mereka dalam membantu upaya BPBD Ponorogo dalam upaya normalisasi sungai Tangkil yang tersumbat lumpur.

BPBD Ponorogo saat ini masih mengajukan anggaran pembangunan rumah warga korban longsor dengan pengajuan anggaran Rp80 juta dan Rp160 juta, dengan proyeksi rumah tipe 48 untuk setiap KK yang mendapat jatah bantuan relokasi.(AD)