1 Bulan Berseteru, Akhirnya Penambang Pasir Tuban-Bojonegoro Deklarasikan Perdamaian

para penambang saat deklarasi damai didampingi Kapolsek Rengel Tuban dan Kapolsek Kanor Bojonegoro

KANALINDONESIA.COM, TUBAN : Satu bulan lebih para penambang pasir tradisional yang berada di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo Desa Ngadirejo dan Desa Kanorrejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban bersitegang dengan penambang pasir yang ada di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro.

Pasalnya, ketegangan ini dipicu lantaran penambang Tuban tidak boleh mengambil pasir di lokasi yang menjadi rebutan kedua belah pihak. Setelah proses mediasi yang dilakukan pihak Polsek Rengel Tuban, bersama Polsek Kanor Bojonegoro, akhirnya para penambang pasir dari dua Kabupaten itu mau bersepakat berdamai.

Deklarasi kesepakatan damai antar penambang pasir tersebut, di lakukan di atas perahu di tengah Bengawan Solo yang ada di wilayah perbatasan Desa Kanorrejo, Kecamatan Rengel, Tuban dengan Desa Kanor, Kecamatan Kanor Bojonegoro, tepatnya diatas lokasi yang menjadi rebutan kedua belah pihak.

Dimana perwakilan para penambang pasir dari tiga desa yang sebelumnya rebutan lahan tambang pasir itu, hadir untuk menandatangani kesepakatan bersama. Kegiatan deklarasi damai tersebut juga dihadiri oleh masing-masing Kepala Desa (Kades) dan Muspika Kecamatan Rengel, Tuban serta Mupika Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

AKP Musa Bakhtiar selaku, Kapolsek Rengel Tuban, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,”Sebelumnya mereka sempat bersitengang terkait dengan lokasi penambangan di sini. Karena saling bersitegang akhirnya kita mediasi dengan melakukan musyawarah untuk mencari titik temu,” ujarnya.(19/04/2017)

Masih menurut penjelasan Kapolsek, “proses mediasi tersebut harus dilakukan sampai beberapa kali, pasalnya dari masing-masing pihak sempat harus tarik ulur terkait lokasi penambangan pasir yang ada di pinggir bengawan Desa Kanor, Bojonegoro itu. Bahkan untuk mencegah bentrokan, aktivitas penambangan pasir di wilayah tersebut sempat berhenti lebih dari satu bulan. Ini memang butuh waktu proses lama dalam melakukan musyawarah. Akhirnya dengan proses musyawarah ada titik temu dan kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Lanjut Kapolsek,”Kita lakukan acara daklarasi di tengah bengawan ini agar semua pihak sama-sama mematuhi apa yang menjadi kesepakatan. Yang jelas, kami berpesan bagi para penambang pasir ini juga memperhatikan lingkungan dan menjaga keselamatan tanggul bengawan,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, ada beberapa poin dari kesepakatan yang dibuat kedua belah pihak yakni, warga Desa Nadirejo dan Kanorejo, Kecamatan Rengel boleh menambang pasir yang diklaim ikut wilayah Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Bojonegoro. Namun ada pembatasan dari masing-masing desa itu hanya boleh mengoperasikan 5 perahu saja setiap hari.(mtb1/elo)