Polisi Tangkap 10 Pelaku Penganiayaan Terhadap Yeyen, Seorang Pemuda yang Mayatnya Ditemukan Mengapung di Sungai Berantas

Kapolres Jombang, beserta Kasat Reskrim dan Kasubag Humas saat pers rilis di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya mayat seorang pemuda ditemukan mengambang di sungai berantas Gedeg Mojokerto, diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan. Setelah Polisi mendalami kasus tersebut, akhirnya Satreskrim Polres Jombang menangkap 10 tersangka pengeroyokan yang yang mengakibatkan kematian Yeyen Siswanto (28), warga Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Dari 10 tersangka pelaku penganiayaan terhadap Yeyen, satu diantaranya merupakan Kepala Dusun setempat, dan 3 orang lainnya adalah pelajar, serta 6 pelaku lainnya adalah pekerja swasta.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, berikut nama-nama ke sepuluh tersangka  tersebut, MI (47), Kasun Jombatan 1, Desa Jombatan, Kecamatan Kesamben. 3 pelaku yang statusnya masih pelajar  yakni WR (16), MS (16), dan SF (16). Sedangkan 6 tersangka lainnya yaitu MR (20), MY (24), JS (23), AA (25), WA (20), JS (24), dan SW 47. Kesemuanya pelaku tersebut merupakan warga Kecamatan Kesamben.

AKBP Agung Marlianto, SIK, MH, selaku Kapolres Jombang, mengatakan,“Salah satu perangkat Desa Jombatan 1 diduga kuat melakukan tindakan provokasi dengan menghasut dan mengajak warganya untuk menghadang Yeyen karena sering pulang malam bersama,” ujarnya.(21/04/2017)

Masih menurut penjelasan Kapolres,” , kasus ini bermula ketika Yeyen menjalin hubungan spesial dengan gadis Dusun Jombatan, Mawar (16). Dengan jarak umur yang jauh berbeda, serta sering pulang malam. Hal ini membuat warga sekitar jadi geram kepada korban. Belum lagi hubungan antara Yeyen dan pacarnya tidak disetujui oleh pihak orang tua perempuan. Karena meski yeyen sudah berumur 27 tahun, Yeyen statusnya masih pengangguran,” tegasnya

Lanjut Kapolres,” kemarahan keluarga memuncak pada tanggal 16 April 2017 ketika korban mengantar pacarnya pulang sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Keluarga perempuan meminta tolong pada warga untuk memberikan pelajaran kepada korban agar tidak ke Dusun Jombatan 1 lagi. Beberapa warga menghadang korban menggunakan kayu, dan melempar korban dengan sandal, sehingga korban jatuh dari sepeda motornya. Ketika dikejar oleh warga korban bersembunyi disemak-semak, namun karena panik korban langsung loncat ke sungai Brantas dan akhirnya korban ditemukan sudah tak bernyawa di Gedeg Mojokerto,” paparnya.

Mengingat ini adalah perbuatan main hakim sendiri, Kapolres Jombang memberikan himbauan pada masyarakat, “Seharusnya warga tidak main hakim sendiri, bila ada suatu kejadian, hendaklah warga melaporkan kejadian tersebut pada 3 pilar, sehingga tindakan main hakim sendiri bisa dihindarkan,” ungkapnya.

Kini 10 pelaku dan sejumlah barang bukti yakni, bambu yang digunakan untuk menghadang korban, sandal gunung yang digunakan untuk melempar dan baju korban, serta sepeda motor korban diamankan di Polres Jombang untuk kepentingan lebih lanjut.

Ketika ditanya berapa hukuman serta dikenakan pasal apa para pelaku tersebut, Kapolres, menjelaskan,”  untuk 10 tersangka sudah ditahan dan dijerat dengan pasal yang berbeda. Untuk MS dan SF dikenakan pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, serta SW dan MI dijerat Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman 1 tahun penjara dan Pasal 55 tentang turut sertanya tersangka lain dengan ancaman 1 tahun,” pungkasnya.(elo)