Radio Suara Pendidikan Jombang, Akui Punya ISR atas Kanal Frekuensi 104.1 FM

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya bahwa di Kabupaten Jombang, banyak sejumlah radio yang belum mengantongi izin siaran radio (ISR), termasuk radio milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab), yakni Radio Suara Jombang. Padahal sebelumnya pada tahun 2013, radio berplat merah tersebut sudah mengajukan ISR ke KPI hingga ke Dirjen Kominfo, namun hingga kini juga belum kunjung turun izin tersebut.

Akan tetapi pada tahun2014 Radio Suara Pendidikan Jombang, mengajukan permohon ISR, dan melakukan sejumlah uji kelayakan terkait radio yang diperuntukkan masyarakat dikalangan pendidikan tersebut, dan alhasil pada tahun tersebut turunlah ISR atas nama Radio Suara Pendidikan Jombang dengan kanal frekuensi 104.1 FM.

Hal ini diungkapkan oleh Drs, Pri Adi, MM, selaku direktur utama Radio Suara Pendidikan Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” memang dulu kita sudah pernah mengajukan izin tersebut, beberapa tahapan kita lalui termasuk uji kelayakan yang waktu itu bertempat di salah satu Hotel di Surabaya. Selanjutnya kami mendapatkan surat Rekomendasi Kelayakan (RK), yang merupakan salah satu syarat untuk mengajukan ISR,” ujarnya.(22/04/2017)

Masih menurut penjelasan Pri Adi,” selanjutnya kita melakukan kordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Jawa Timur, untuk mendapatkan ISR dari Dirjen Kominfo, dan setelah kita tunggu akhirnya terbitlah ISR atas nama Radio Suara Pendidikan Jombang dengan kanal Frekuensi 104.1 FM,” tegasnya.

Saat disinggung apakah sudah sesuai kanal Frekuensi tersebut dengan kanal Frekuensi yang diajukan, oleh pihaknya, pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas pendidikan Jombang tersebut menuturkan,” tidak sesuai karena sebenarnya frekuensi yang kita ajukan adalah 90.2 FM, dank anal Frekuensi 104.1, merupakan milik Radio Suara Jombang, jelas kita tidak mau menerima SK ISR tersebut,” paparnya.

Lanjut Pri Adi,” karena ada ketidak sesuaian, kita melakukan klarifikasi pada pihak Kominfo, dan KPI, dengan mengundang pihak-pihak tersebut ke Jombang, namun dari pihak mereka tetap tidak bisa merubah SK ISR tersebut, dan tetap ISR tersebut menjadi milik kami, meskipun kita tahu bahwa kanal frekuensi tersebut tidak sesuai,” ungkapnya.

Ketika ditanya apakah pihaknya tetap menggunakan frekuensi sesuai ISR atau tetap seperti pengajuan ISR, pihaknya mengatakan,” kita tetap menggunakan frekuensi sesuai dengan pengajuan yakni 90.2 FM, karena untuk frekuensi 104.1 FM milik Suara Jombang,” katanya.

Saat ditanya apakah Radio Suara Pendidikan bisa dikatakan tidak mempunyai izin, pihaknya mengatakan,” kalau bisa dikatakan ya, radio kita hanya 75 % memiliki izin, karena dasar kita tetap memakai RK, dari KPI, dimana Radio Suara Pendidikan Jombang sudah layak dan mendapatkan Rekomendasi Kelayakan untuk melakukan penyiaran radio,” pungkasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, bahwa di Jombang, masih banyak radio yang belum memiliki ISR, hal ini dikarenakan adanya peraturan menteri Kominfo nomor : 17/PER/M.KOMINFO/9/2005 tentang tata cara perizinan dan ketentuan operasional penggunaan spectrum frekuensi radio  Bab II penggunaan spectrum frekuensi radio bagian pertama Pasal 2 ayat (2), “Penggunaan spektrum frekuensi  radio wajib berdasarkan tabel alokasi spektrum frekuensi radio nasional”.

Dan berdasarkan Keputusan Menteri Kominfo nomor 3 tahun 2017, tentang Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio Penyelenggaraan Komunikasi Khusus untuk Keperluan Radio Siaran FM ( Frequency Modulation), untuk wilayah Jawa Timur khususnya Kabupaten Jombang diploting hanya 6 kanal Frekuensi dengan nomor 32 untuk Frekuensi 90.8 FM, nomor 40 untuk Frekuensi 91.5 FM, nomor 99 untuk Frekuensi 97.4 FM, nomor 107 untuk Frekuensi 98.2 FM, nomor 166 untuk Frekuensi 104.2 FM, serta nomor 174 untk Frekuensi 104.9 FM.(elo)