Menpora Luncurkan Gowes Pesona Nusantara, Gala Desa dan Liga Sepakbola Berjenjang 2017

KANALINDONESIA.COM, SERPONG: Gowes Pesona Nusantara 2017 yang melewati lebih dari 90 kota dan kabupaten di Indonesia dan menempuh jarak lebih dari 5000 kilometer secara resmi di Launching Menpora Imam Nahrawi di Ballroom Hotel Atria, Gading Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (26/04/2017) malam.

Selain Gowes Pesona Nusantara ada Gala Desa dan Liga Sepakbola Berjenjang 2017.

Gowes Pesona Nusantara yang akan dimulai pada 5 Mei 2017 mendatang memiliki track terus menyambung dari satu daerah ke daerah lainnya dimulai serentak dari empat titik terluas Indonesia yaitu Sabang, Merauke, Tarakan, dan Atambua, kemudian berakhir di Magelang, Jawa Tengah pada perayaan puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September mendatang.

“Dalam waktu dekat kami akan laksanakan kick off Liga Pelajar, Liga Mahasiswa, Liga Santri dan Liga Pekerja Indonesia sebagai momentum kebangkitan olahraga nasional juga kick off Gala Desa yang mempertandingkan enam cabang olahraga yaitu sepakbola, bola voli, tenis meja, atletik, sepak takraw dan bulutangkis,” ujar Menpora dalam konferensi pers di dampingi Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad dan Jubir Kemenpora Anindya Putri.

Menurut Menpora Gowes Pesona Nusantara akan di catat di Museum Rekor Indonesia (Muri) karena ada satu tim peseda profesional yang akan menempuh jarak 5000 km dari Sabang hingga Magelang, Jawa Tengah.

“Kegiatan ini semua sesuai Inpres untuk gerakan Masyarakat Sehat sekaligus agar Gerakan Ayo Olahraga diikuti oleh semua kalangan dan lapisan masyarakat sebagai pola hidup sehari hari,” lanjut Menpora.

Menpora menyampaikan even besar untuk Gowes Pesona Nusatara, Gala Desa dan Sepakbola Berjenjang di biayai dari anggaran yang terbatas di Kemenpora.

“Anggaran kegiatan ini sangat terbatas untuk Gowes Nusatara kira kira Rp 50 miliar, Gala Desa Rp 42 miliar tetapi yang terpenting disini adalah pelibatan sponsor dalam kegiatan ini juga menjadi kesempatan semua pengurus cabor untuk melihat ini sebagai pembinaan dan lahirnya atlet baru dari desa hingga tidak akan kekurangan generasi atlet di semua cabor,” tuturnya.(gardo)