Kasus OTT Ponorogo Masuk Tahap Kedua

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Penyidik Satreskrim Polres Ponorogo melimpahkan 2 berkas dan tersangka kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan TKP Polsek Sambit, beberapa waktu lalu ke jaksa penuntut unum (JPU) Kejaksaan Negeri, Ponorogo, Kamis (27/04/2017).

Dua tersangka yang dilimpahkan dan dilakukan penahanan dalam 20 hari ke depan adalah  ESR(54) dan Sup ( 44) keduanya adalah warga kabupaten Madiun.

Mereka dijerat dengan undang-undang Tipikor pasal 5 tahun 1999 yaitu berusaha menyuap penyelenggara negara, dengan ancaman penjara 5 tahun.

Penangkapan kedua tersangka bermula dari kasus penipuan yang dilakukan oleh Suprapti dan Maryati yaitu dengan menjual emas ke toko perhiasan yang berada di pasar Sambit. Setelah dilakukan pengetesan ternyata sebagian emas yang dijual tersangka adalah palsu.

Akibat perbuatannya tersebut keduanya dilaporkan ke Polsek Sambit namun hanya Maryati yang saat itu  tertangkap sedangkan Suprapti melarikan diri.

Dalam pelariannya tersebut, Suprapti kemudian menyuruh Eko Setyo Raharjo untuk mengantarkan uang sejumlah Rp 2.800.000,- untuk diberikan ke Maryati yang saat itu mendekam di tahanan Polsek sambit.

Setelah sampai di Polsek Sambit Eko menyerahkan uang sebesar Rp 2.800.000,- ke Maryati, namun Maryati menyuruh Eko untuk menyerahkan uang tersebut ke pihak Polisi  setempat.

Nanang Suprayitno, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo mengakui bahwa pihaknya telah menerima pelimpahan berkas dan tersangka kasus penyuapan di Polsek Sambit.

Saat ini satu tersangka ditahan kejaksaan dan satu tersangka masih menjalani penahanan untuk kasus lain.

Sementara itu Siswanto, pengacara yang mendampingi tersangka Eko Setyo Raharjo mengaku pendampingan hukum diberikan oleh negara kepada tersangka.

Karena kasus yang menjerat tersebut ancaman hukumannya cukup tinggi yaitu 5 tahun dengan barang bukti hanya sebesar  Rp 2,8 juta.

Siswanto menjelaskan,”klien kami itu hanyalah korban dari Suprapti, karena hanya diminta mengantarkan uang saja, untuk itu kami berusaha mengungkap fakta yang sebenarnya terkait posisi tersangka Eko di kasus tersebut, kami berharap klien kami bisa bebas dari jerat hukum,”ucap Siswanto.(#)