Jual Gadis Bertarif Jutaan Rupiah, Warga Ploso Diamankan Satreskrim Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Win (48) warga asal Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang, harus pasrah saat diamankan Satreskrim Polres Jombang. Hal ini dikarenakan tersangka menjual gadis ke sejumlah lelaki hidung belang dengan harga jutaan rupiah.

Peristiwa penangkapan Win, ini dibenarkan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, pada sejumlah awak media saat pers rilis di gedung humas Polres Jombang, pihaknya mengatakan,” berdasarkan surat laporan polisi no : LPA/78/V/2017/JATIM/RES JBG, tanggal 24 Mei 2017, tersangka kita amankan pada hari Rabu, sekitar pukul 15.30 WIB, di sebuah warung jalan Raya Ploso Babat, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang,” ujarnya, Jumat(26/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kasat Reskrim,” tersangka diamankan petugas beserta sejumlah barang bukti yakni, 1 lembar uang seratus ribu rupiah, 1 buah HP merek Xiaomi warna silver beserta simcardnya, 1 buah HP Invinix warna abu-abu beserta simcardnya, 1 buah HP merek Evercross warna biru beserta simcardnya, dan 1 buah HP merek LG warna hitam beserta simcardnya. Kini tersangka beserta sejumlah barang bukti kita amankan di Polres Jombang untuk kepentingan lebih lanjut,” tegasnya.

Saat disinggung bagaimana modus operandi yang dilakukan tersangka Win dalam menjalankan aksinya, Kasat Reskrim menjelaskan,” tersangka menawarkan foto pekerja Seks Komersial (PSK) melalui aplikasi WhatsApp (WA), selanjutnya setelah ada lelaki hidung belang yang tertarik pada PSK, lelaki hidung belang disuruh membayar Rp 1.000.000, hingga Rp 1.500.000,-, dan selanjutnya lelaki hidung belang diajak ke warung tersangka untuk dipertemukan dengan PSK,” jelasnya.

Lanjut Kasat Reskrim,” setelah PSK bertemu dengan lelaki hidung belang, PSK diberikan uang Rp 100.000,- oleh tersangka, untuk DP, setelah itu PSK bisa dibawa oleh lelaki hidung belang untuk melayani nafsu lelaki hidung belang tersebut,” pungkasnya.

Atas perbuatan tersangka yang dengan sengaja menyebabkan atau mempermudah perbuatan cabul oleh orang lain dan menyediakannya sebagai pencaharian atau kebiasaan (mucikari), sebagaimana dimaksud dalam pasal 296 KUHP, tersangka diancam hukuman pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan.(elo)