Penjual dan Pembuat Bahan Peledak, Diciduk Satreskrim Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Menyusul adanya aksi bom di Halte Kampung Melayu di Jakarta, membuat aparat dari Satreskrim Polres Jombang, melakukan tindakan pencegahan, dengan melakukan giat razia pada sejumlah tempat yang diduga membuat obat bahan peledak, alhasil petugas dari Satreskrim Polres Jombang berhasil amankan 10 kg belerang, 14 kg campuran belerang dan potassium, serta ribuan butir petasan (red: mercon) siap edar.

Hal ini diungkapkan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat, SH, SIK, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” tersangka kita amankan setelah Satreskrim dapat informasi dari masyarakat, bahwa ada tempat yang diduga menyimpan bahan peledak, selanjutnya setelah dilakukan lidik, hal itu benar adanya, akhirnya petugas mengamankan tersangka Sumarsih (43) dan Suwatin (41) yang keduanya berasal dari Desa Pucangro, Keacamatan Gudo, Jombang. Kedua tersangak ini merupakan pengedar atau penjual petasan,” ujarnya.(26/05/2017)

Masih menurut penjelasan Kasat Reskrim,” setelah kita lakukan pengemban akhirnya kita amankan tersangka Supri (35) warga asal Desa Keras, Kecamatan Diwek, Jombang. Tersangka merupakan pembuat bahan peledak, atau obat petasan. Tersangka mendapatkan keahlian membuat bahan peledak dari internet dan juga belajar dari rekannya yang terlebih dahulu kita amankan,” tegasnya.

Lanjut Kasat Reskrim,” ketiga tersangka diamankan di 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda, dengan 3 surat laporan polisi berbeda. Tersangka melakukan aksinya baru 2 bulan sebelum puasa, dan nantinya petasan ini akan diedarkan di Jombang, Mojokerto, Nganjuk, dan Kediri. Kita akan kembangkan perkara ini untuk buru tersangka lain. Bahan peledak dan petasan ini disimpan oleh pelaku di belakang rumah,” paparnya.

Saat disinggung pasal apa yang akan dikenakan pada 3 tersangka, Kasat Reskrim menuturkan,” pasal 1 dan 3 UU Darurat dengan ancaman pidana kurungan paling lama seumur hidup,” pungkasnya.(elo)