Molornya Pencairan DD, LSM Tuding Dinas Terkait dan Pendamping Desa Lemot Kinerjanya

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Lambatnya pencairan Dana Desa (DD), untuk sejumlah Desa di Kabupaten Jombang, merupakan buntut dari kelambatan kinerja dinas terkait yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Bapemas Pemdes), dan juga para Pendamping Desa yang tidak professional dalam menjalankan tugasnya mendampingi Pemerintah Desa dalam mengelola anggaran DD.

Hal ini disampaikan oleh Joko Fattah Rochim selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), pada kanalindonesia.com pihaknya mengatakan,” dari sejumlah macetnya pencairan DD di sejumlah Desa memang ini kesalahan murni dari pihak Desa karena Kepala Desa merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).  Belum lagi Kades juga sudah didampingi oleh pendamping Desa yang di tunjuk dan diseleksi oleh Kementrian Desa,” ujarnya.(28/05/2017)

Masih menurut Fattah,” apalagi kinerja dinas terkait yakni, Bapemas Pemdes nampak lempar tanggung jawab, seolah-olah ini kesalahan Kades, padahal secara fungsinya dinas itu merupakan kepanjangan tangan kementrian Desa, seharusnya dinas terkait lebih memaksimalkan peran pendamping agar Kades bisa segera  menyelesaikan LPJ, terkait pengeloaan DD tersebut,” tegasnya.

Lanjut Fattah,” kalau masalah ini dibiarkan nanti yang susah Kadesnya, dan public ataupun masyarakat awam akan menilai ini kesalahan dari pemerintah daerah (Pemda), padahal ini murni kesalahan pada KPA (red : Kades) yang memang masih kesulitan dalam menyusun LPJ, karena kinerja pendamping yang tidak maksimal,” paparnya.

Ketika disinggung apa langkah yang diambil oleh pihaknya, pria yang akrab disapa Cak Fattah ini menuturkan,” kami akan mendesak Bupati agar mencopot Kepala Bapemas Pemdes Jombang, karena selama ini kinerjanya lemot, dan sering melaporkan lagu lama, Asal Bapak Senang (ABS),” pungkasnya.(elo)