Hamili Gadis Dibawah Umur, Seorang Pemuda Pengangguran asal Ngoro, Dibekuk Satreskrim Polres Jombang

tersangka BAD serta sejumlah barang bukti saat diamankan Polisi di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : BAD (17) warga asal Dusun Rejosari, Desa Rejoagung, Keacamatan Ngoro, Jombang, harus bersurusan dengan pihak yang berwajib, pasalnya pemuda pengangguran ini, melakukan pencabulan terhadap BL (16) gadis asal Desa Kebondalem, Bareng Jombang, hingga hamil.

Hal ini dijelaskan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat, pada kanalindonesia.com pihaknya mengatakan bahwa, antara pelaku dan korban sendiri sudah saling kenal sejak Maret 2016 lalu. Lantaran saling tertarik, keduanya kemudian sepakat menjalin kasih. Singkat kata, dalan hubungan asmara tersebut pelaku juga sering mengajak korban berhubungan layaknya suami istri. “Pelaku dan korban berstatus pasangan kekasih,” katanya.

Lanjut Norman, Sudah bisa dipastikan, akibat perbuatan yang dilakukan tersangka pada korban akhirnya menyebabkan BL berbadan dua. “Hubungan badan terjadi sekitar 10 kali. Atas kehamilan ini pihak keluarga meminta pertanggungjawaban pelaku,” ungkapnya.

Sayangnya, saat mengetahui kekasihnya berbadan dua, pelaku justru tidak mau bertanggungjawab. Dia kabur ke luar kota dan bersembunyi di rumah saudaranya. Bahkan pelaku menghilang hingga korban melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan.

Memandang tidak ada itikad baik pelaku, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus ini ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang. “Setelah kamis selidiki ternyata pelaky kabur ke Surabaya. Hingga akhirnya Kamis (18/05) kami mendapat kabar jika pelaku pulang dan langsung kita tangkap,” beber Norman.

Selain menangkap pelaku, lanjut Norman, pihaknya juga menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya, dua ponsel, jaket, kaos, sepeda motor, serta celana dalam. “Pelaku dijerat Pasal 81 jo 82 Undang-undang RI nomer 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkasnya.(elo)