Penggunaan DD untuk Sejumlah Bangunan di Sejumlah Desa di Jombang Bermasalah

kantor Bapemas Pemdes Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Polemik penggunaan Dana Desa di sejumlah Desa yang ada di Jombang, masih menuai sejumlah protes karena status pengeloaannya masih melanggar sejumlah peraturan. Salah satu contohnya ialah penggunaan DD untuk pembangunan lapak yang ada diatas tanah lapangan sepak bola di Desa Pulo Lor.

Hal ini diungkapkan oleh Joko Fattah Rochim selaku ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ), saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” bangunan lapak sejumlah 5 petak yang ada di atas tanah lapangan Desa Pulo Lor, masih ada masalah dan melanggar aturan,” ujarnya.(29/05/2017)

Saat disinggung aturan manakah yang dilanggar dalam pendirian lapak tersebut, pihaknya menuturkan,” bisa di cek apakah bangunan itu ada Izin mendirikan bangunan (IMB) nya, padahal untuk mendirikan rumah saja kita diahruskan memperoleh IMB, belum lagi alih fungsi lahannya itu prosesnya bagaimana, mana bisa muncul perubahannya, karena itu kan tanah lapangan untuk sepak bola, bukan pekarangan kosong,” tegasnya.

Masih menurut Fattah, “ banyak sebenarnya masalah pengeloaan DD yang masih terkendala, contohnya di Desa Menganto, itu juga ada masalah dan kini masalah itu dilaporkan warganya pada kejaksaan negeri Jombang, sama dengan Desa Pulo Lor juga,” paparnya.

Lanjut Fattah,” untuk itu kita mendesak agar Bupati segera mencopot Kepala Bapemas Pemdes, karena kinerjanya yang lemot, dan belum lagi lempar tanggung jawab, seharusnya untuk masalah yang terjadi, bila kinerja pendamping Desa maksimal maka kejadian di Desa Pulo Lor dan Desa Menganto tidak mungkin terjadi. Kini pasti masyarakat beranggapan bahwa Kades yang salah, padahal untuk penggunaan DD, Bapemas Pemdes sangat bertanggung jawab dalam mengawasi dan memantau pengelolaannya, kalau ada masalah berarti Bapemas tidak menjalankan fungsinya,” tukasnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (perkim) Jombang, yakni Ir Arif Gunawan saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan,” kalau bangunan lapak yang ada di Desa Pulo Lor di atas tanah lapangan sepak bola tersebut, kita tidak pernah mengeluarkan rekomendasi untuk penerbitan IMB, termasuk bangunan yang ada di Desa Menganto,” katanya.(29/05/2017)

Ketika disinggung apakah bangunan tersebut illegal, pria yang akrab di sapa pak Gun, ini mengatakan,” wah kalau itu kami tidak bisa mengatakan, ya mas kira-kira sendiri saja, yang jelas kita tidak pernah menerbitkan rekomendasi untuk penerbitan IMB untuk banguna itu, dan kita tidak berani memberikan rekomendasi IMB karena banguna tersebut berdiri diatas tanah lapangan sepak bola,” ungkapnya.

Sementara itu kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes) yakni Darmaji, enggan memberikan komentar terkait masalah pengeloaan DD yang masih terkendala di Jombang, bahkan hingga kini DD untuk sejumlah Desa masih molor dan belum bisa dicairkan. Saat dikonfirmasi via seluler Darmaji mengataan bahwa pihaknya sedang ada rapat dengan staf.(elo)