Tak Kantongi Izin, Usaha Galian C Ilegal Ditertibkan Polisi

petugas gabungan dari Polres Jombang saat lakukan penggerebekan usaha galian C illegal di Gudo Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Cegah aktifitas perusakan lingkungan, petugas gabungan dari Polres Jombang, Polsek Gudo, Koramil Gudo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten Jombang, menertibkan usaha tambang galian C, berupa tanah uruk dan pasir di Desa Bugasur Kedaleman, Kecamatan Gudo, Jombang.

Aktivitas usaha tambang illegal ini ditertibkan lantaran, diduga aktivitas pertambang yang dilakukan oleh pengelola CV Mostaman Grup, hanya mengantongi wilayah ijin usaha pertambangan (WIUP) dari Kabupaten Kediri saja, sedangkan titik kordinat yang digali, ada diwilayah Kabupaten Jombang.

Hal ini dibenarkan oleh AKBP Agung Marlianto, selaku Kapolres Jombang, pada sejumlah awak media pihaknya mengatakan, “Penggerebekan ini sudah kedua kalinya. Kemarin Minggu (28/05) juga sudah kita tertibkan namun aktivitas usaha pertambangan illegal ini tetap dilakukan. Ini yang kita sayangkan,” ujarnya.(30/05/2017)

Lanjut Agung, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi yang diterima pihak yang berwajib atas adanya aktivitas pertambangan di Desa Bugasur Kedaleman. Dari informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan pendalaman.

Dari pendalaman yang dilakukan, ternyata pertambangan yang dikelola CV Moestaman Grup ini, hanya mengantongi WIUP, yang dikeluarkan pemerintah Kabupaten Kediri saja, dengan nomor WIUP : P2T/307/15.19/XII/2016, dengan cakupan pengerjaan seluas 100 hektar. Dan pada kenyataannya mereka melakukan usaha tambang galian C di wilayah Jombang.

“Jadi ijin mereka hanya berlaku di Kabupaten Kediri, namun justru melakukan pertambangan di Jombang. Jadi saya pastikan aktivitas di sini (red : Bugasur Kedaleman) ilegal. Dan wilayah yang tergarap selama satu bulan ini mencapai sekitar 2 hektar,” tegasnya.

Saat disinggung apakah ada keterlibatan oknum tertentu yang sengaja “main mata” dengan pihak pengelola?, Agung langsung membantah. Menurut penjelasan Agung, yang terjadi hanyalah ketidaktahuan soal fungsi WIUP yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Kediri, yang seolah-olah menurut pengelola tambang juga bisa dioperasikan di Jombang.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kelemahan informasi dari aparatur tingkat bawah. Ini kelemahan dan keterbatasan soal ijin WIUP yang seolah-olah berlaku juga di Jombang. Jadi saya pastikan yang usaha pertambangan galian C di Bugasur Kedaleman ini ilegal. Karena tidak mungkin terbit WIUP di sekitar tanah irigasi,” tukasnya.

Sementara itu AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang menambahkan, dari penggerebekan yang dilakukan Minggu (28/05) dan Selasa (30/05) hari ini, petugas menyita barang bukti yang terdiri dari satu unit Excavator Kobelco SK200, satu unit Excavator Komatsu PC200, satu unit Excavator Caterpilar 920D, dua unit mesin sedot atau ponton, pipa paralon ukuran 4 dim sepanjang 25 meter serta tiga unit dump truck pengangkut pasir. “Kita juga sedang memeriksa tiga orang yang terkait dengan pertambangan ini, untuk didalami lagi,” pungkasnya. (elo)