Ketua DPD RI : Pancasila Harus Dijaga dan Dilindungi

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA : Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang (OSO) berharap segala komponen bangsa termasuk mahasiswa untuk terus menjaga dan melindungi Pancasila dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab. Menyadari Indonesia adalah negara yang dibangun untuk semua golongan, semua suku, semua adat istiadat, dan semua pemeluk agama yang diakui oleh negara.

Demikian disampaikan Oesman Sapta saat membuka seminar kebangsaan dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat Mahasiswa Pancasila (MAPANCAS) Periode 2017-2020, di Gedung MPR RI Jakarta, Selasa (30/05/2014).

Menurut Oesman Sapta, Indonesia adalah negara yang dibangun untuk semua golongan, semua suku, semua adat istiadat, dan semua pemeluk agama yang diakui oleh negara. Sehingga Pancasila dinilai memiliki nilai penting yang tidak dimiliki oleh negara lain. Karena itu dia berpesan agar seluruh elemen bangsa dan negara dapat menjaga dan melindungi Pancasila.

“Saat ini sering ada permasalahan yang timbul, karena telah berkembang pikiran dan sikap dari sekelompok orang di masyarakat yang menyatakan bahwa yang berbeda agama, suku dan berbeda keyakinan adalah musuh. Saya nyatakan sikap itu adalah salah, karena sudah merupakan berkah bagi Indonesia bahwa menjadi beraneka ragam dalam satu kesatuan NKRI ini karunia Allah SWT yang luar biasa,” katanya bangga.

Karena itu kata senator asal Kalimantan Barat itu agar nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam diri pribadi seseorang. Mengapa? Karena Pancasila memiliki nilai-nilai penting dalam menciptakan kerukunan dan persatuan di atas berbagai perbedaan bangsa Indonesia. “Pancasila juga dapat digunakan sebagai dasar kebangsaan masyarakat Indonesia yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Oesman Sapta berharap dengan adanya tanggungjawab kebangsaan yang baik dapat memperkuat pembangunan bangsa dan negara Indonesia secara komprehensif, merata, dan kooperatif, sehingga akan tercipta Indonesia yang harmonis dan keselarasan sebagai bagian dari pembangunan.

Menurut Oesman Sapta, beberapa situasi buruk yang terjadi akhir-akhir ini diakibatkan melemahnya rasa nasionalisme di sekelompok masyarakat. Pikiran dan tindakan yang sangat bertentangan dengan Pancasila, dan konsensus berbangsa memiliki potensi merasuk dalam pikiran anak anak tingkat sekolah dasar, tak terbayangkan jika generasi muda memiliki fundamental yang salah.

“Ada anak-anak kecil yang meneriakkan bunuh-bunuh kepada seseorang karena dari etnis lain. Ini sangat meresahkan dan harus disikapi dengan segera,” jelasnya.

Dengan demikian kata Oesman, Pancasila diterapkan untuk mewujudkan pembangunan di Indonesia. Dengan pikiran dan sikap yang adil, maka tidak akan ada lagi kesenjangan. “Pelan namun pasti, bersama Presiden Jokowi yang didukung oleh rakyat maka pemerataan pembangun di seluruh daerah akan dapat segera nikmati. Sejarah telah membuktikan bahwa di tangan Pemuda dan Mahasiswa-lah berbagai perubahan dan perbaikan di dunia ini dapat benar-benar terjadi,” pungkasnya.(*)