Nekad Jual Miras pada Bulan Suci Ramadhan, Seorang Warga Desa Pulo Lor Diamankan Polisi

tersangka saat diamankan polisi beserta sejumlah barang bukti miras jenis arak

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Razia penyakit masyarakat (Pekat) dalam bulan suci ramadhan, yang dilakukan oleh Polres Jombang. Petugas gabungan dari Satuan Sabhara dan Satresnarkoba Polres Jombang, lakukan razia untuk cegah gangguan ketertiban masyarakat, dan berhasil mengamankan seorang tersangka atas nama BP (39) warga Dusun Pulo Lor Gentengan Gang V, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Jombang, yang nekat menjual miras jenis arak.

Hal ini dibenarkan oleh AKP Hasran SH, M.Hum, selaku Kasat Resnarkoba Polres Jombang, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” pada hari selasa 30 Mei 2017, Satresnarkoba bersama tim gabungan anggota Satresnarkoba dan Sat Sabhara Polres Jombang, dengan disaksikan ketua lingkungan setempat, telah mengamankan pelaku yang diduga telah dengan sengaja, mengedarkan menjual miras jenis arak,” ujarnya.(31/05/2017)

Masih menurut Hasran,” petugas berhasil mengamankan BP (39), yang tengah tertangkap tangan sesaat, setelah selesai menjual miras jenis Arak dan saat dilakukan penggeledahan rumah dengan, disaksikan Ketua RT setempat berhasil ditemukan sejumlah botol plastik kosong sebagai sarana tempat untuk mengisi miras untuk dijual,” tegasnya.

Lanjut Hasran,” tersangka diamankan di sebuah rumah tempat tinggal milik saudar S (red : yang selama ini berprofesi sebga ipenjual miras jenis Arak), di Dusun Pulo Gentengan Gang V, Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang. Selain mengamankan tersangka BP, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni, 1 botol plastik @1,5 liter berisikan miras jenis arak yang telah dijual seharga Rp. 70 ribu, uang tunai Rp. 70 ribu hasil penjualan Miras jenis Arak, dan  288 botol plastik kosong kemasan @900 ml (sebagai sarana untuk penjualan miras jenis arak @Rp. 20 ribu), “ ungkapnya.

Saat disinggung apakah langkah yang diambil oleh pihaknya dalam menangani perkara ini, Hasran menuturkan,” dari hasil interogasi kepada tersangka, petugas mendapatkan keterangan bahwa tersangka BP mengakui, sebelumnya belum pernah di hukum terkait dengan penjualan miras jenis Arak, tersangka juga mengakui, pihaknya yang telah menjual miras milik bapaknya yang bernama S dengan harga @Rp. 70 ribu, dan tersangka juga mengakui, bahwa benar 288 botol kosong kemasan isi 900 ml adalah milik bapaknya yang bernama S yang disiapkan sebagai wadah atau tempat untuk mengisi miras jenis arak dan dijual dengan harga @Rp. 20 ribu/ botol,” beber Hasran.

Imbuh Hasran,” tersangka BP juga mengakui, bahwa benar seminggu sebelum puasa usaha milik bapaknya yakni S, sudah pernah ditindak oleh Satuan Sabhara Polres Jombang dan di Proses tipiring dengan terlapor saudara W (red : karyawan namun yang membiayai proses persidangan ditanggung oleh bapakya yang bernama S),” tukasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, pihak kepolisian Polres Jombang, memanggil saudara S, untuk membuat surat pernyataan dengan mengetahui ketua lingkungan setempat yang, intinya tidak mengulangi perbuatan melakukan penjualan miras jenis Arak, bila dikemudian hari tertangkap tangan melakukan hal yang sama maka, S bersedia menerima tindakan penegakan hukum, sesuai Pasal 204 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama 15 tahun.

Sedangkan untuk terlapor BP (red : anak dari saudara S), yang terbukti mengedarkan menjual miras jenis Arak, namun sebelumnya belum pernah dihukum, dan untuk penegakan hukum proses tipiring.(elo)