Camat Mojowarno, Akui Penanaman Blimbing Di Lahan Perhutani Tak Ada MOU

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya bahwa penanaman bibit blimbing di Desa Japanan, Kecamatan Mojowarno, Jombang, ternyata di tanan di atas lahan milik perhutani Jombang. Lahan seluas 2 Hektar tersebut ditanami bibit blimbing yang diduga merupakan hasil pembelian dari uang Dana Desa (DD), dari sejmlah Desa yang dikordinir oleh pihak kecamatan.

Samsun selaku Camat Mojowarno saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, via seluler mengakui bahwa bibit blimbing yang ditanam diatas lahan milik perhutani tersebut, memang belum ada  memorandum of understanding (MOU). “ memang masyarakat diberi kewenangan oleh pihak perhutani, untuk mengelola lahan milik perhutani. Dan sejumlah lahan yang ditanami blimbing masih belum ada MOU dengan perhutani. Untuk MOU sekarang masih dikerjakan oleh Pemkab, bisa di cek di Bu Cicik selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar),” ungkapnya.

Masih menurut penjelasan Samsun,” bibit itu memang saya anjurkan untuk membeli di Blitar, dan itu dibeli oleh Kades menggunakan uang pribadi. Bibit itu nantinya diberikan ke warga untuk ditanam kembali,” ujarnya.(31/05/2017)

Saat disinggung apa yang menjadi dasar pihaknya menganjurkan warga serta Kepala Desa (Kades), untuk membeli bibit blimbing dan menanam hampir diseluruh wilayah kecamatan Mojowarno, Samsun menegaskan,” ini sesuai dengan surat dari gubernur nomer 511, bahwa di Jombang ada 4 kecamatan yang dijadikan sebagai kawasan Agro tanam blimbing, dan ini juga diperkuat dengan surat Bupati,” bebernya.

Sementara itu, Darmaji selaku Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemas Pemdes), saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), tidak memberikan komentar.(elo)