200 Pendemo UTA 45 Tuntut Tedja Widjaya Segera Diadili

KANALINDONESIA.COM, JAKARTA: Sekitar 230 perwakilan yayasan, rektor, dekan dan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45) melakukan aksi demo menuntut tersangka Tedja Widjaja segera diadili.

Aksi demo tersebut dilakukan didepan Sekolah Lentera Kasih, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (06/07/2017), dalam aksi tersebut mereka menyampaikan orasi-orasi kekecewaan atas tindakan hukum di Indonesia yang tidak bersikap adil terkait kasus yang menimpa UTA 45.

“Kami sudah lakukan upaya pengadilan tetapi sampe sekarang Kapolri dan Presiden tidak menanggapi hal ini, proses hukum ini sudah berlangsung selama 4 tahun. Apakah hukum di Indonesia sudah rusak dan hancur. Kami ingin keadilan dan ingin tersangka Tedja Widjaja segera diadili,” kata James Erikson Tamba, Staf LKBH UTA 45 kepada wartawan di Jakarta.

Seperti diketahui sebelumnya PT Graha Mahardikka yang ditandatangani oleh Tedja Widjaja selaku Direktur Utama melakukan perjanjian dengan Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta, dan berkewajiban membangun kampus 8 lantai yang sampai sekarang tidak pernah diselesaikan, serta menyerahkan tanah seluas lima hektar di Cimanggis/Depok/Cibubur sebagai gedung kampus II yang sampai sekarang tidak pernah dilaksanakan, serta menyerahkan pembayaran dalam bentuk tunai yang juga tidak pernah diselesaikan.

Atas kasus ini, Tedja dan Lindawati telah menggelapkan surat-surat resmi kerjasama antara pihak Yayasan dengan PT. Graha Mahardikka, serta memalsukan tanda tangan pimpinan yayasan, dan telah ditetapkan menjadi tersangka, namun yang bersangkutan selalu lolos dari jerat hukum.

“Kami akan terus melakukaan aksi demi ini sampai tuntutan kami dipenuhi, jika tidak kami akan mengambil langkahh serius dengan meyampaikan hal ini ke PBB, agar negara internasional mengetahui seperti apa proses hukum yang ada di Indonesia ini,” tegasnya. (gardo)