Mengalami Abrasi, Jalan Marmoyo-Tanjungwadung, Bahayakan Warga yang Akan Melintas

salah satu warga setempat saat menunjukkan amblesnya tanah di salah satu sisi jalan beton.(frd)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Amblesnya tanah diantara sisi jalan yang menghubungkan Tanjungwadung-Marmoyo, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang ini, benar-benar membahayakan pengguna jalan yag melintas. Kondisi jalan beton yang dikerjakan pada tahun anggaran 2016  dengan nama paket Tanjungwadung – Marmoyo ini,  sekarang bahu jalannya menggantung karena abrasi. Salah satu warga sekitar, Supardi mengeluhkan betapa bahayanya ruas jalan ini dan belum ada perhatian yang serius dari pemerintah daerah, teruma dari satuan dinas terkait.

“Waktu pengerjakan proyek jalan ini dulu kelihatannya dikejar waktu, jadi terburu-buru selesai. Sehingga hasilnya seperti ini. Bahu jalan banyak yang tidak diuruk dan galian tepi jalan sebagai penahanya juga tidak sama kedalamanya,” tegas Supardi (43) yang merupakan warga setempat.(21/06/2017)

Masih menurut Supardi, dengan kondisi bahu jalan yang menggantung dan banyak yang tidak diuruk akan, sangat membahayakan pengguna jalan. Ruas jalan Marmoyo-Jiporapah yang lokasi nya ada di tengah hutan ini juga merupakan jalur satu-satunya yang ada wilayah tersebut, untuk aktivitas masyarakat dengan daerah lainya. “Jalan ini sangat berbahaya bila ada kendaraan berpapasan karena bahu jalannya tidak diuruk. Apalagi di waktu malam dan kondisi hujan,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Efendy (26) warga setempat yang tiap harinya melintas di jalur tersebut, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya menuturkan,”jalur ini bahaya mas, apalagi kalau hujan banyak warga terperosok saat melintas, karena air menggenangi jalan sehingga warga yang lewat tidak tahu mana yang ada jalannya, atau tidak, karena posisi jalan sejajar dengan air, saat hujan,” tukasnya.(21/06/2017)

Dari pantauan kanalindonesia.com di lokasi, kondisi jalan ini sangat membahayakan, karena bahu jalannya menggantung dan curam. Apalagi seminggu lagi, jalan ini juga merupakan jalur satu-satunya jalur arus mudik lebaran yang ada di wilayah ini, dan anehnya tidak ada rambu peringatan atau himbauan dari dinas terkait.(elo)