Kualitas Bangunan Tandon Air Desa Bangsri Buruk dan Tidak Layak

pemasangan pondasi tandon air beton Desa bangsri yang hanya ditancapkan di tanah untuk rangka besi tiangnya

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Bangunan beton tandon air yang ada di Dusun Sembung, Desa bangsri Kecamatan Plandaan, berkualitas sangat buruk. Meski tidak melanggar regulasi penggunaan Dana Desa (DD), namun pembangunan tandon air tersebut terlihat sangat dipaksakan oleh pihak pemerintah desa setempat.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, bangunan yang menelan anggaran DD sebesar 45 juta pada tahun anggaran 2016 tersebut, kini kondisinya sudah tidak layak. Mulai dari banguna pondasi bangunan yang menggangtung di atas tanah serta bangunan beton tandon air tersebut bisa bergoyang saat di sentuh tiang-tiangnya.

bagian atas tandon yang hanya ditahan dengan batu sebelum dilakukan pengecoran

Suradi selaku Kepala Desa (Kades) Bangsri, mengaku jika tandon tersebut dibangun 2 bulan setelah adanya bangunan tandon air milik Pemerintah daerah, tidak berfungsi.”tandon air ini dibangun untuk meningkatkan suplai air ke rumah warga. Karena tandon air milik pemkab yang tidak berfungsi karena letaknya sangat rendah. Kami membangun tandon air dari beton yang letaknya lebih tinggi,” ujarnya.

Saat ditanya apakah bangunan ini sudah selesai pembangunanya, Suradi menuturkan,” belum selesai mas, karena ini masih tahap awal dan dananya minim hanya 45 juta, mungkin tahun ini kita akan sempurnakan lagi,” tegasnya.

Salah satu nara sumber dari dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Jombang, yang namanya enggan dipublikasikan, saat dikonfirmasi terkait tandon air milik yang dibangun pemerintah melalui Anggaran Perencanaan Belanja Daerah (APBD), mengatakan bahwa tandon air yang ada di Bangsri memang belum selesai pengerjaannya karena ini masih tahap awal, dan masih ada tahap berikutnya.” Pembangunan tandon air ini kan tahapannya ada banyak mas, sedangkan untuk bangunan yang sekarang, masih tahap awal, dan memang belum bisa difungsikan, karena tahapan berikutnya masih dalam perencanaan dan pengajuan,” ungkapnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.(21/06/2017)

Sementara itu Sukamad (34) warga setempat mengatakan bahwa pembangunan tandon air beton milik Desa itu asal-asalan dan terkesan dipaksakan.” Dari awal banyak sekali pembangunannya yang terlihat dipaksakan. Mulai dari pemasangan pondasi saja tidak pake sepatu dan di cor. Makanya tiang penyangganya kalau di dorong bisa goyang,” tukasnya.

Dikonfirmasi dikantornya, Darmaji selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, terkait penggunaan DD untuk bangunan tandon air di Bangsri, pihaknya menjelaskan,” kita sudah memanggil kepala Desa setempat mas, kita juga sudah mengkaji bahwa secara aturan memang tidak ada regulasi yang dilanggar terkait pengelolaan DD,” katanya.(21/06/2017)

pondasi tandon air yang kini letaknya menggantung di atas tanah

Masih menurut Darmaji,” kalau memang ada kesalahan dalam pembangunan dan ada dugaan bahwa bangunan itu menyalahi spek, yam as langsung konfirmasi ke Camat setempat dan Inspektorat, karena itu kewenangan mereka,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa sejumlah bangunan yang bermasalah di Desa-Desa merupakan tanggung jawab Camat, akan tetapi hingga untuk proses sanksi dan tindakan tegas terkait adanya dugaan pelanggaran pembangunan proyek Desa masihlah minim, bahkan belum ada tindakan tegas baik dari pihak Camat, maupun Inspektorat. Dan aparat penegak hukum di Jombang, seperti tidak melihat adanya beberap pelanggaran yang ada di Desa-desa terkait penggunaan DD yang bersumber dari APBN.(elo)