Kios Desa Mangkrak, Pimpinan Dewan Minta DPMD Turun Tangan

Minardi SH, salah satu wakil pimpinan DPRD Jombang asal Partai Demokrat.(elo)

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan kios Desa di Desa Pulo Lor, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur yang menelan anggaran 100 juta dari anggaran Dana Desa (DD), yang kini belum bisa difungsikan alias mangkrak, mendapat sorotan dari wakil rakyat.

Sorotan terkait kesan menghambur-hamburkan uang DD yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Pulo Lor, datang dari salah satu wakil pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, yakni Minardi, SH.

Saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, melalui WhatsApp (WA), terkait masalah mangkraknya kios Desa, dan mangkraknya pavingisasi di Desa Pulo Lor, Minardi mengatakan, bahwa sebelum adanya pembangunan yang dilakukan Pemdes, harusnya terlebih dahulu melakukan perencanaan dan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).” proses perencanaan analisa manfaat perlu dilakukan sebelum, pmbangunan itu dilakukan oleh Pemdes. Paling tidak harus ada kajian antar lembaga, mulai dari BPD, LPMD, perangkat Desa, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat, sehingga bisa menentukan mana yang menjadi skala perioritas pembangunan di Desa,” ungkap Minardi.(23/06/2017)

Masih menurut penjelasan Minardi,” selain itu proses pembangunan yang harus sesuai dengan RPJMD dengan mengadopsi kebijakan pemerintah daerah dan disandingkan RPKMDes. Agar bisa tahu mana pembangunan yang di cover APBD, DD, ADD dan sebagainya,” tegasnya.

Lanjut Minardi,” jangan sampai pembangunan yang dilakukan Pemdes yang akhirnya tidak brmanfaat untuk kepentingan rakyat. Hal ini sangat fatal skali, kalo tidak mlalui proses perencanaan pmbngunan tersebut. Dan seandainya kalaupun pembangunan di Desa Pulo Lor memang sejak awal melalui proses, lalu kenapa saat ini bangunan kios dan pavingisasinya mangkrak dan tidak berfungsi,” terang politisi asal partai Demokrat.

Ketika disinggung langkah apa yang dilakukan oleh pihaknya selaku wakil rakyat Jombang, Minardi menuturkan,” atas kejadian ini saya sungguh sangat menyayangkan mangkraknya bangunan di Desa Pulo Lor, dan anggran dari pemerintah yang bersumber dari uang rakyat ini akan terbuang cuma-cuma. Untuk itu saya minta agar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, harus segera ambil peran untuk menanyakan hal tersebut pada Pemdes setempat, dan jangan diam saja karena ini sudah menyangkut uang rakyat,” pungkasnya.

Sementara itu Darmaji selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi via WhatsApp (WA), mengatakan bahwa,” maaf saya gak hafal mas. Setelah lebaran saja kita lihat,” tukasnya.(elo)