2 Orang Ngaku Deptkolektor, Gelapkan Sepeda Motor Honda Vario

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sungguh bernasib sial  Beni Agustiono (37) warga Desa Pandan Blole, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang harus kehilangan sepeda motor Honda Vario tahun 2014 dengan nomor polisi S 5288 ZT.

Pasalnya, Beni yang setiap harinya bekerja sebagai sopir truk ini menjadi korban penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh  HES (42) warga Desa Karang Winongan, Kecamatan Mojoagung, Jombang, dan GY (50) warga Desa Pelem, Kecamatan Kediri, Kabupaten Kediri.

Hal ini dibenarkan oleh Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” bahwa pada hari Minggu, tanggal 25 Juni 2017, sekitar pukul 02.30 WIB hingga pukul 04.30 WIB, unit reskrim Polsek Ploso telah berhasil melakukan penangkapan terhadap  2 orang tersangka pelaku tindak pidana penipuan dan penggelapan, atas nama HES (42) dan GY (50),” ungkap Subadar.(26/06/2017)

Ketika disinggung bagaimana modus operandi yang dilakukan kedua tersangka dalam menjalankan aksinya, Subadar menjelaskan,” kedua pelaku berdalih menjadi deptkolektor yang pura-pura menagih cicilan kendaraan truk milik korban yang macet. Korban tak sanggup mengangsur cicilan kendaraan karena banyak hutang di bank BRI sebesar 75 juta, selanjutnya pelaku menawarkan jasa pelunasan hutang-hutang korban di Bank BRI melalui salah satu orang dalam di KSP yang ada di Kabupaten Malang,” tegasnya.

Masih menurut penjelasan Subadar,” Pelaku menjanjikan mampu mengatur pinjaman di KSP di Malang sebesar 500 juta, selanjutnya pelaku memintai korban uang sebesar Rp 750.000,- untuk biaya operasional. Selang beberapa hari kedua pelaku mengajak janjian korban di sebuah warung di depan kantor Bank BRI Ploso, selanjutnya pelaku meminjam sepeda motor korban dan dibawa kabur. Setelah mengetahui bahwa korban menjadi korban penipuan dan penggelapan akhirnya korban melaporkan kejaian ini pada pihak yang berwajib,” katanya.

Lanjut Subadar,” Kini kedua tersangka beserta sejumlah barang bukti yakni, STNK kendaraan Honda Vario dengan nomor polisi S 5288 ZT, diamankan petugas di Polsek Ploso untuk kepentingan lebih lanjut,” tukasnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua tersangka dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 8 tahun penjara.(elo)