Kades Plosogeneng Akui, Belum Ada Tindakan Dari Disperta Kabupaten Jombang, Terkait Serangan Hama Wereng

panen dini yang dilakukan oleh petani Desa Plosogeneng, Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah petani di Desa Plosogeneng, harus panen dini dikarenakan tanaman padinya diserang hama wereng. Dan belum ada langkah yang diambil oleh pemerintah daerah setempat, melalui Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang.

Sementara itu Hadi Purwantoro, selaku Kepala Dinas Pertanian Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, terkait adanya fenomena serangan hama wereng di Desa Plosogeneng melalui sambungan telepon seluler yang terdengar hanya nada pengalihan panggilan masuk, dan ketika dihubungi via aplikasi WhatsApp (WA), Hadi juga tak kunjung membalas

Kepala Desa (Kades) Plosogeneng yakni Tomi Adi Purwanto, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengakui bahwa memang belum ada langkah yang diambil oleh pihak Dinas terkait, mengenai serangan hama wereng ini di Desanya, karena terkendala hari raya.” kejadian ini memang datangnya pas menjelang mau hari raya kemarin, mas. Kita sudah melaporkan serangan hama wereng ini, ke Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), tapi ya untuk penanganannya nunggu habis lebaran,” ujarnya.(29/06/2017)

Masih menurut penjelasan Tomi,” kejadian ini bukan yang pertama kalinya mas, tahun kemarin juga ada serangan hama wereng, tapi tidak separah tahun ini, dan biasanya dari dinas melakukan tindakan berupa penyemprotan secara serentak. Kalau tahun ini spertinya ya tidak bisa ditangani, karena sudah terlambat, para petani lebih memilih memanen dini padinya, meskipun mereka merugi dan tidak kembali modal,” tegasnya.

Lanjut Tomi,” rata-rata petani memilih memanen padinya yang berusia 75 hari, padahal umumnya ya 80 hari. Pasti dengan kondisi ini pendapatan mereka menurun. Seperti warga sebelah rumah saya kemarin panen ya hasilnya kira-kira per hektarnya mendapatkan hasil 1,2 Ton, padahal kalau kondisinya wajar ya per hektarnya bisa dapat 6-7 Ton,” tukasnya.

Pardi (46) petani asal Desa Plosogeneng, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengaku bahwa pada panen padi tahun ini, pihaknya rugi total dan bisa dikatakan gagal panen akibat serangan hama wereng, di Desanya.” Ya tahun ini gagal panen mas, ruginya terlalu banyak, modal biaya tanam saja tidak kembali,” pungkasnya.

Dari pantauan kanalindonesia.com dilapangan sejumlah tanaman padi di Jombang, terkena serangan hama wereng, bukan hanya di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, namun di Kecamatan Peterongan, Kecamatan Plandaan, juga mengalami hal yang serupa, namun sungguh sangat disayangkan fenomena serangan hama wereng ini belum sampai di telinga pemerintah daerah setempat, sehingga masyarakat khususnya petani yang harus menderita, menjerit karena gagal panen tahun ini.(elo)