Disperta Kabupaten Jombang, Akan Kirim Petugas Pertanian Atasi Hama Wereng Di Desa Plosogeneng

salah satu penangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT) wereng batang coklat di poktan winong lor Di Kecamatan Mojoagung, bersama petugas pertanian dari Disperta Kabupaten Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, serangan hama wereng atau yang disebut Organisme pengganggu tanaman (OPT) adalah hewan atau tumbuhan baik berukuran mikro ataupun makro yang mengganggu, menghambat, bahkan mematikan tanaman yang dibudidayakan, di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, akhirnya mendapatkan respon dari Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Jombang.

Meski dinilai terlambat oleh Kepala Desa setempat yakni Tomi Adi Purwanto, saat ditemui kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan,” kejadian ini bukan yang pertama kalinya mas, tahun kemarin juga ada serangan hama wereng, tapi tidak separah tahun ini, dan biasanya dari dinas melakukan tindakan berupa penyemprotan secara serentak. Kalau tahun ini spertinya ya tidak bisa ditangani, karena sudah terlambat, para petani lebih memilih memanen dini padinya, meskipun mereka merugi dan tidak kembali modal,” ujar Tomi(29/06).

Lambatnya penanganan yang dilakukan oleh Disperta Kabupaten Jombang, juga mendapatkan sorotan dari salah satu wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yakni Minardi, SH. Pada kanalindonesia.com, pihaknya menyayangkan lambatnya penanganan Disperta dalam menangani masalah serangan hama wereng di Desa Plosogeneng tersebut.”sangat disayangkan kalau tidak ada tanggapan dari Disperta, seharusnya pihak satuan kerja terkai segeralah menindak lanjuti, fenomena serangan hama wereng di Desa Plosogeneng,” ungkap Minardi.(30/06/2017)

Masih menurut penjelasan Minardi,” seharusnya tidak harus menunggu setelah cuti bersama. Kepala Disperta Kabupaten Jombang, harus ambil peran untuk ambil tindakan menangani hal tersebut dan jangan diam. Bahkan kejadian serangan hama wereng juga terjadi di wilayah Kecamatan Kesamben tepatnya di Desa Carangrejo,” harap politisi asal Partai Demokrat tersebut.

Sementara itu Hadi Purwanto selaku Kepala Disperta Kabupaten Jombang, saat dikonfirmasi kanalindonesia.com, terkait adanya fenomena serangan hama wereng di sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang, pihaknya menuturkan,” sebenarnya kita dari dinas sudah melakukan penanganan untuk mengantisipasi serangan hama ini, yang letaknya tersebar di sejumlah wilayah,” katanya.(30/06/2017)

Msih menurut Hadi,” bahkan kita sudah melakukan penanganan disejumlah wilayah seperti gerakan pengendalian gerakan pengendalian organism pengganggu tanaman (OPT), wereng batang coklat (WBC) di poktan Balongteleng, Desa Ploso, kecamatan Ploso, selanjutnya penanganan hama WBC di poktan bungkil Kedungrejo Megaluh. Kita melakukan aksi pengendalian WBC di poktan Winong lor di Kecamatan Mojoagung. Gerakan  pengendalian   WBC di poktan  Dusun Gongseng, Desa Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, bahkan ada yang luas sasaran yang terserang hama seluas 20 hektar dan umur tanaman 60 sampai dengan 70 Hari. Kita memberikan bantuan Insektisida mipcindo dari Disperta Kabupaten Jombang. Dalam penanganan hama dinas sudah banyak melakukan gerakan pengendalian bersama warga,” terang Hadi.

Ketika disinggung terkait serangan hama wereng di Desa Plosogeneng dan langkah apa yang akan dilakukan oleh pihaknya, Hadi mengatakan,” Insyaallah teman-teman petugas pertanian besok akan bergerak ke lapangan, meskipun masih cuti tapi kami minta untuk melakukan pengamatan ke lapangan dan segera mengambil tindakan yang diperlukan. Dan untuk para petani di sejumlah Desa yang lainnya dimohon petani lebih cepat melapor ke petugas sehingga bisa diambil langkah-langkah pengendalian,” tukasnya.(elo)