Beberapa Hari, Garam Langka di Pasar Tradisonal Jombang

pasar tradisional baru Mojoagung

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Keberadaan Garam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Jombang, Jawa Timur menjadi barang langka dan mahal, selama dua pekan terakir. Bahkan dari tiga jenis garam yakni Garam Grosok, Halus dan Kotak harganya melambung tinggi lebih, naik hingga 100 persen.

Di pasar tradisional baru Mojoagung, Harga ketiga jenis garam mengalami kenaikan cukup tinggi yakni untuk garam Grosok yang semula Rp. 1.200,- menjadi Rp. 6.000,- perkilogramnya, serta untuk garam lembut dari Rp. 3.800,- menjadi Rp 6.600,- perkilogramnya dan terakir garam kotak dari harga Rp. 1.000,- perkotak menjadi Rp. 3.000,-.

“yang naik paling tinggi dialami oleh garam Grosok dan terjadi sejak menjelang hari raya hingga kini mas,” Ujar Abdul Makrus (40) salah satu pedagang kelontong di pasar tradisonal baru Mojoagung kepada kanalindonesia.com, Selasa 18 Juli 2017.

Abdul menuturkan selain mahal, ketersediaan garam juga mulai langka di pasar, bahkan kiriman dari penyuplai garam ditokonya juga mengalami sering terlambat.”Ini saja sudah dua hari ini barang (red : Garam) tidak ada, kata produsen kemarin mau dikirim, namun hingga hari ini belum datang,”tuturnya.

Menurut Abdul kelangkaan serta mahalnya harga garam, juga mempengaruhi omset penjualan di tokonya jika sebelumnya dalam satu bulan diriya bisa menjual hingga 500 kotak untuk garam kotak, 250 kilo untuk garam halus serta 2 ton untuk garam kasar. “jangankan untuk berjualan wong barangnya saja susah didapat, bagaimana mau jualan,” imbuhnya.

Hal senada juga diutarakan Sumi (45) pedagang Toko kelongtong di Pasar Citra Niaga Jombang, dirinya juga kesulitan guna mendapatkan pasokan garam dari para distributor. “Biasanya seminggu tiga kali ada kiriman, saat ini hanya satu kali kiriman itupun dalam waktu dua hari sudah habis,” pungkasnya.(elo)