Lesehan Terminal, Tempat “Nongkrong” Baru di Paciran Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAM; Banyaknya anak muda yang suka ‘nongkrong’ sambil menikmati aneka makanan hingga larut malam kini telah menjadi budaya. Untuk mencari tempat makan dengan suasana alam, atau yang bikin akrab seperti lesehan, biasanya kita harus ke luar kota buat mendapatkan tempat yang oke.

Yang menarik lagi, anak-anak muda jaman sekarang memakai akronim untuk tempat-tempat wisata dan tempat nongkrong tersebut. Wisata Bahari Lamongan disingkat WBL, Pasir Putih menjadi PP dan banyak lagi termasuk lesehan depan terminal Tunggul Paciran menjadi TM kependekan dari terminal.

Lesehan terminal (TM) tepatnya di pinggir jalan dekat pintu masuk Terminal Tunggul Paciran Lamongan, 200 meter sebelah timur Maharani Zoo. Banyak pedagang makanan ringan terutama gorengan serta minuman menggelar dagangannya mulai pukul 15.30 wib hingga pukul 23.00 wib. Sangat ramai apalagi sore sebelum maghrib, lokasi tersebut dibuat tempat “momong” para orang tua pada anaknya.

Salah satu warga Paciran yang enggan disebutkan namanya mengatakan, setiap sore dia selalu mengajak anak dan istrinya nongkrong ditempat tersebut. Selain tempatnya enak, jajanannya terutama gorengan cukup murah, satu gorengan hanya Rp. 500.00. selain warga sekitar yang datang, banyak juga para pemakai jalan memanfaatkan tempat tersebut sebagai rest area yang melewati jalan pantura tersebut.

“Kalau malam minggu biasanya rame, penghasilan cukup lumayan”, kata Wawan (34) warga Desa Kranji yang sudah hampir 2 tahun berdagang di tempat tersebut saat ditemui oleh KanalIndonesia.com. “Yang bikin tambah rame kalau ada rombongan klub motor, atau anak-anak mudah yang sedang bersama ingin merayakan sesuatu”, tambahnya.

Selama ini disana aman-aman saja, karena para pengunjung datang dengan tujuan baik ingin menikmati suasana sore dan malam yang nyaman, sedangkan para pedagang sendiri juga melayani dengan baik. (omdik)