Nasi Jagung WBL Memberikan Selera Yang Berbeda

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Pesisir pantai utara Kabupaten Lamongan banyak memberikan pesona alam yang sangat indah. Kita merasa rugi apabila terlewatkan. Mulai wisata pantai, pegunungan kapur, wisata religi dan wisata kuliner. Kalau kita menuju objek Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan Maharani Zoo, banyak resto dan rumah makan yang berkelas mulai bermunculan terutama menyediakan menu masakan ikan laut.

Dari sekian tempat makan tersebut ada yang salah satunya cukup menarik yaitu “Warung Makan Nasi Jagung WBL”. Warung makan yang tepat di depan objek Wisata Bahari Lamongan (WBL) itu cukup sederhana tetapi sangat rame. Menu yang disuguhkan hanya nasi jagung dengan beberapa pilihan sayuran. Dan harganya pun cukup murah, satu porsi makan hanya Rp. 10.000 itupun kita sudah mendapatkan ikan laut yang digoreng sejumlah yang kita sukai.

Suprah (62) pemilik warung tersebut mengatakan bahwa jumlah pengunjung yang datang setiap hari tidak terhitung sejak mulai pagi, rata-rata rombongan bisa jadi 500 orang satu harinya. “saya tidak pernah menghitung mas”, tangkasnya.

Usaha yang dirintis cukup lama ini banyak menggunakan tenaga kerja, walau hanya mengambil dari keluarga sendiri akan tetapi kehadiran mereka cukup membantu kegiatan di warung makan tersebut. “Yo…hanya bolo-bolo dhewe mas”, jelasnya.

Dari sekian tenaga yang ada di Warung tersebut sudah dibagi tugas, bagian menanak nasi dan membuat sayur, goreng ikan, cuci piring, mengambil dan membersihkan bekas piring di meja, dan yang membuatkan minuman. Semua dikerjakan dengan cekatan.

Banyak pelanggan yang ketagihan masakan dari warung nasi jagung ini, sehingga rasanya kalau ada kesempatan ke WBL atau Maharani Zoo pasti kita akan mencari warung nasi jagung tersebut. Warung ini buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Salah satu pelanggan Muzazin (32) ketika berada di Warung tersebut mengatakan kalau dia sering datang kesini bersama-sama dengan teman-temannya. “Kalau tidak bareng sama-sama teman-teman rasanya kurang asik, sebab harganya murah dan meriah”, katanya.

Ia juga berharap tempat makan seperti ini harus dilestarikan agar bisa dinikmati oleh masyarakat yang berekonomi menengah ke bawah. (Omdik)