Kutu Kebul Datang Petani Garbis Latukan Meradang

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Desa Latukan Kecamatan Karanggeneng Lamongan sangat terkenal karena tanaman Semangka dan Garbis (Blewa) nya. Setiap tahun petani di desa tersebut mampu mendapatkan keuntungan sangat besar dari hasil tanaman tersebut. Oleh karena itu Desa Latukan dikenal masyarakat luas sebagai Desa Semangka dan Garbis (Blewa).

Akan tetapi tahun ini, keberuntungan tampaknya tidak menghampiri para petani tersebut karena kawasan pertanian di Desa Latukan, Desa Bantengputih dan sekitarnya yang menanam Garbis diserang hama yaitu Kutu Kebul (Bemisia Tabaci).

Hama kutu kebul menyerang tanaman melalui daunnya, biasanya kutu kebul menyerang di bagian bawah daun pada tanaman dengan cara menghisap cairan yang ada didalam daun itu sendiri, selain dari itu kutu daun juga menularkan penyakit terhadap tanaman yang diserangnya.

“Tanaman yang sudah terserang oleh hama ini biasanya akan mengalami keritingnya bentuk daun, dengan selanjutnya daun akan menguning dan kemudian akan rontok, selain daripada itu tanaman akan cenderung sulit untuk tumbuh atau kata lain tanaman akan mengalami kerdil sehingga produksi pada tanaman akan terganggu bahkan akan menurunkan atau bahkan tidak berproduksi sama sekali atau fuso”, kata Suli salah satu petani Garbis di Desa Latukan.

Diperkirakan Sekitar 400 hektar lahan garbis (blewah) milik petani di Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan dan sekitarnya akan gagal karena hama tersebut. Akan tetapi petani yang menanam Semangka tampaknya masih bisa tersenyum karena hama Kutu Kebul hanya menyerang tanaman Garbis saja.

Masih kata Suli, beberapa Petani memilih menanam Garbis karena perawatannya ringan dibandingkan tanaman semangka.

Penanganan terhadap tanaman semangka terlalu ribet dan ketelitian tinggi sehingga sebagian petani memilih menanam Garbis. Petani Latukan masih berharap tanaman Semangkanya bisa panen seperti tahun sebelumnya.

Akibat gagal panen tersebut petani mengalami kerugian antara Rp 5 juta- Rp 7 juta. Biaya itu untuk membeli bibit tanaman, pupuk dan obat pertanian. Padahal selama ini Desa Latukan dikenal sebagai sentra tanaman garbis juga selain semangkanya di Kabupaten Lamongan.

Saat panen raya puluhan truk dan mobil pick up hilir mudik di area persawahan mengangkut panenan untuk di kirim ke Surabaya, Semarang dan Jakarta. (Omdik)