Siswa MA. Matholi’ul Anwar Bertarung di Lomba IDC UGM 2017

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Sebanyak tiga siswa MA. Matholi’ul Anwar Simo Sungelebak Karanggeneng Lamongan yang lolos seleksi lewat penulisan essai yang bertema”Bonus Demografi: Peluang dan Tantangan bagi Pemuda” pada bulan April 2017 yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada Yogyakarta, sekarang bertarung dengan 24 tim peserta dari seluruh Indonesia.

Lomba debat yang berlabel Indonesian Debate Competition 2017 diselenggarakan oleh oleh Youth Studies Center FISIPOL UGM (YOUSURE) dan Institute of Governance and Public Affair (IGPA UGM). Adapun nama Lomba Debat Nasional 2017 di FISIPOL UGM Yogyakarta iayalah Indonesian Debate Competition 2017 yang mengakat sebuah tema besar “Bonus Demografi” dengan memperebutkan uang tunai sebesar Rp. 10 Juta dan tropi dan sertifikat.

Muhammad Yusuf guru pembimbing yang ikut mendampingi ketiga siswa ke Yogyakarta mengatakan, anak-anak yang kami berangkatkan adalah anak-anak pilihan yang kami persiapkan sejak lama dibidang ini. Ekstrakurikuler dan bimbingan belajar menjadi santapan bagi ketiga siswa tersebut sebelum berangkat ke Yogyakarta. Ketiga siswa tersebut adalah Nur Aisyah Maulidah, Diah Noval Lestari, Siska Putri Utami merupakan anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dalam kesehariannya.

“Saya senang sekali mengikuti kegiatan seperti ini, masalah juara nanti saja tidak terlalu menjadi beban bagi saya dan teman-teman yang penting menimbah pengalaman”, kata Nur Aisyah Maulidah yang biasa dipanggil Ais siswa kelas XII.

Sementara itu Ais mengungkapkan beberapa hal yang dinilainya menjadi hal yang sulit untuk dipertahankan dalam sebuah perdebatan.

“Yang paling sulit itu untuk tetap menjaga konsistensi dan tetap percaya diri dengan apa yang kita bawakan dan tetap responsif mendengarkan apa yang lawan katakan, dan memastikan semua sudah disanggah dengan baik,” kata Ais.

Saat ditanya peserta mana yang menjadi lawan terkuat dalam IDC 2017, Nur Aisyah Maulidah mengungkapkan semuanya dinilainya menjadi lawan yang berat karena yang berangkat ke Yogyakarta ini adalah peserta hasil seleksi. “Ada SMAN 7 Semarang, SMA 10 Samarinda, SMAN 1 PAKEM dan SMAN 3 Makasar cukup piawai dalam berdebat. Kira-kira setiap pesert mempunyai kemampuan yang cukup sama. Tapi kami juga cukup yakin dengan persiapan yang kami lakukan,” ujar Nur Aisyah Maulidah. (Omdik)