Kecam Pembantaian Etnis Rohingya, DPRD Jombang Minta Bendera Negara Myanmar Diturunkan di Taman ASEAN

bendera Myanmar yang berada di taman ASEAN yang ada di bundaran Ringin Contong Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Mas’ud Zuremi selaku ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Jombang, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengutuk keras kejahatan kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingya di Distrik Rakhine, Myanmar.

Bahkan Maz’ud meminta Duta besar (Dubes) Myanmar yang ada di Indonesia untuk segera mendesak pemerintah Myanmar agar segera melakukan tindakan terhadap peristiwa pembantaian etnis Rohingya, jika memang tidak ada tindakan pihaknya meminta masyarakat dan pemerintah Jombang untuk menurunkan bendera Myanmar yang berada di Taman ASEAN Jombang, yang di bundaran ringin contong.

“ Jombang siap menurunkan bendera Myanmar di taman ASEAN, karena taman tersebut merupakan bentuk simbol, toleransi antar umat beragama,” kata Maz’ud pada sejumlah wartawan usai rapat paripurna di DPRD Jombang, Senin 4 September 2017.

Hal senada juga disampaikan oleh Mustofa anggota DPRD Jombang dari Komisi A, yang sangat menyayangkan sikap diam pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi yang pernah mendapatkan Nobel perdamaian tahun 1991 dalam pembantaian etnis Rohingya oleh militer setempat.

“Ini mencoreng nama baik beliau sebagai peraih nobel perdamaian. Percuma itu Nobel kalau membiarkan kejahatan pembantaian terhadap Muslim Rohingya. Khususnya umat Islam, umumnya semua umat manusia mengutuk perilaku ini,” ujar ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jombang.

Lanjut Mustofa, pihaknya juga mengapresiasi seluruh elemen-elemen yang memberikan perhatian terhadap permasalahan kekejaman manusia yang dilakukan oleh militer Myanmar, yang melakukan pembantaian etnis.” Mulai dari pengurus DPP hingga daerah mengecam sikap pembantaian umat manusia, dan kita juga sepakat dengan PKB untuk menurunkan bendera Myanmar di taman Asean,” ungkapnya.

Imbuh Mustofa, pihaknya akan melakukan pendekatan terhadap pemerintah daerah untuk meyampaikan pada pemerintah pusat agar Indonesia, turun tangan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi di Myanmar.

Diketahui, dalam sepekan terakhir tercatat ada 400 orang etnis Muslim Rohingya tewas, serta sekira 38 ribu diantaranya mengungsi ke Bangladesh. Puluhan ribu pengungsi Rohingya tersebut berupaya menghindari aksi kekerasan yang dilakukan militer Myanmar.(elo)