Ratusan Santri Ponpes Raudlatul Darajat Banjarwati Mengikuti Pelatihan Manasik Haji

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Ibadah haji merupakan bentuk ibadah tahunan yang dilaksanakan di Makkah. Begitu pula bagi beberapa pelajar di Pondok Pesantren Raudlatud Darajat di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran Lamongan, ini.

Manasik haji sudah menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan yang bernaung dibawa Pondok Pesantren Raudlatud Darajat di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran Lamongan, Rabu (6/9/2017).

Ratusan siswa dari lembaga pendidikan formal  yang dimiliki oleh Pondok Pesantren yang berada di bibir pantai Laut Jawa ini yang terdiri dari MTs. Al Azhar, SMP Bilingual Al Azhar, MA. Al Azhar dan SMK Enterpreneur Al Azhar dilatih dan dibimbing oleh para pembimbing yang sudah berpengalaman.

Manasik haji juga diperlukan guna memberikan pemahaman kepada setiap calon jamaah haji tentang tujuan utama keberangkatan mereka ke tanah suci.

Manasik haji sangat bermanfaat bagi siswa yang juga santri di Pondok Pesantren Raudlatud Darajat , karena setelah melaksanakan manasik haji, para siswa akan dapat memahami hal-hal apa saja yang harus dilakukan pada saat melakukan ibadah haji nantinya.

Oleh karena itu, ratusan pelajar di Lembaga Pendidikan yang bernaung dibawa Pondok Pesantren Raudlatud Darajat di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran melakukan praktik manasik haji di areal lapangan pondok pesantren. Ratusan para pelajar sudah berkumpul di pondok pesantren sejak pagi. Mereka berkumpul sesuai dengan ‘kloter’ yang telah ditentukan. Ratusan pelajar kemudian menuju ‘bandara’ tiruan yang disiapkan, dan selanjutnya mereka ‘terbang’ ke tanah suci. Mereka kumpul di lokasi atau ‘miniatur’ padang Arafah untuk melakukan wukuf.

Tak hanya itu, praktik manasik disambung ‘bermalam’ di Muzdalifah, melempar jumrah, tahalul, thawaf atau mengelilingi kaabah, hingga sa’i atau berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatud Darajat di Desa Banjarwati Kecamatan Paciran K. Mustaji, M.Pd.I mengatakan bahwa “Latihan manasik haji itu sengaja ia gelar sebagai media pembelajaran yang empiris”,  yakni agar anak didiknya bisa merasakan secara langsung pelaksanaan ibadah haji.

“Belajar dengan praktik langsung, apalagi masih anak-anak, akan lebih mengena karena memori masih kuat untuk merekam adegan per adegan. Insya Allah, ketika besar mereka masih ingat cara-cara berhaji. Selain itu, juga menumbuhkan niat yang lebih kuat menunaikan ibadah haji ketika mereka dewasa nanti,” katanya.

Tujuan lain adalah meningkatkan keimanan dan ketakwaan pelajar serta membina siswa agar memiliki akhlak mulia. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa akan termotivasi dan terdorong untuk segera melaksanakan ibadah haji.

“Semoga sepulang dari manasik haji ini siswa ada greget untuk ke Tanah Suci dan direncanakan mulai sekarang,” imbuhnya. (Omdik).