Satresnarkoba Polres Jombang, Bekuk 3 Pengedar Pil Dobel L

tiga tersangka pengedar pil Dobel L saat diamankan Polisi di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Tiga pengedar pil dobel L, dibekuk aparat Kepolisian dari Satresnarkoba Polres Jombang. Tiga orang pemuda tersebut yakni, FDS (22) seoarang pemuda asal Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, AA (27) warga asal Desa Barjardowo, Kecamatan Jombang, serta GF (27) warga asal Desa Sumberagung, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Dari aksi ini, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku berikut barang bukti ratusan butir pil dobel L siap edar.

”Ketiga tersangka kita tangkap di tempat terpisah, bahkan salah satu tersangka melakukan perlawanan dan menghilangkan barang bukti dengan cara menelan 40 butir pil dobel L,” kata AKP Hasran selaku Kasatresbarkoba Polres Jombang, Jumat 8 September 2017.

Masih menurut Hasran, penangkapan pelaku pengedar Pil dobel L, ini bermula dari informasi warga akan maraknya peredaran pil dobel L yang ada di sekitar salah satu rumah kos di wilayah tersebut. Berdasarkan informasi tersebut, petugas bergerak melakukan penyelidikan. Untuk memancing para pelaku, petugas melakukan teknik undercovrbuy (red : penyamaran). ”Kita mengirimkan petugas untuk, pura-pura mencari barang haram tersebut,” ujarnya.

Dan alhasil umpan yang dilakukan petugas berhasil, dan pada hari Kamis, 7 September 2017, sekitar 10.00 WIB, pelaku akhirnya ditemui petugas berada di sebuah rumah kos gang Musholla, jalan Panglima Sudirman, Desa Denanyar. Setelah digeledah oleh petugas, dari tangan tersangka FDS petugas menemukan sebanyak 27 butir pil yang dikemas dalam kotak bekas rokok Gudang Garam Surya, berikut 1 buah HP Merek Advan warna cream berikut Simcardnya, turut disita sebagai barang bukti.

Lanjut Hasran, setelah berhasil mengamankan tersangka, selanjutanya petugas membawa tersangka ke Polres Jombang untuk proses penyidikan lebih lanjut. Dari pengakuan pemuda yang setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan tersebut, diketahui bahwa pil dobel L itu diperoleh dari salah satu temannya. ”Setelah kita kembangkan kita berhasil menangka tersangka AA (27),” paparnya.

Imbuh Hasran, petugas selanjutnya menggelandang AA ke Polres Jombang, namun saat diamankan tersangka melakukan perlawanan, dengan menghilangkan barang bukti yakni 40 butir pil dobel L, dengan cara ditelan. Beruntung petugas masih bisa menggagalkan aksi tersangka dan petugas berhasil mengamankan 10 butir pil dobel L, yang belum sempat ditelan tersangka AA, serta 1 buah HP merek Blackberry warna hitam berikut Simcardnya.

Selain berusaha menghilangkan barang bukti, tersangka juga sempat berupaya melarikan diri, sehingga petugas melakukan aksi pengejaran, dan tersangka jatuh ke jalan serta membentur aspal jalan, sehingga tersangka AA mendapatkan luka-luka di wajah.

Pengembangan serta pendalam oleh petugas untuk mengungkap jaringan pengedar pil dobel L ini, masih berlanjut. Setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka AA, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seorang bandar yakni GF (27).

” Dari penggeledahan di rumah tersangka GF, petugas menemukan barang bukti 1 buah pipet kaca diduga terdapat sisa bekas sabu, 340 butir pil double L yang tersimpan dalam sebuah bekas kotak kue bolu kukus, uang tunai Rp. 25.000,-, serta 1 buah HP merek Nokia warna biru berikut Simcardnya,” tukasnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka yakni FDS dan AA terancam dijerat melanggar pasal 196 UU RI tahun 2009 tantang kesehatan, dengan ancaman 10 tahun penjara. Dan untuk tersangka GF terancam dijerat melanggar pasal 112 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun  2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman 12 tahun penjara.(elo)