Maju Pilbub Nganjuk, Sekda Jombang Segera Urus Pensiun Dini

Sekdakab Jombang Ita Triwibawati dan Kepala BKD Muntholip saat ditemui di ruang kerjanya

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, Ita Triwibawati  yang memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Nganjuk 2018 mendatang, akan mengurus pensiun dini lantaran statusnya kini masih sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

“Saya segera mengajukan pensiun dini setelah rekomendasi partai turun dan kuota kursi cukup. Mudah-mudahan Oktober sudah ada kejelasan dua hal tersebut, sehingga proses pensiun dini bisa saya ajukan paling lambat Desember 2017,” kata Ita Tribawati selaku Setdakab Jombang, saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Senin 11 September 2017.

Masih menurut Ita, pihaknya sampai saat ini masih belum membuat persiapan secara khusus menghadapi Pilbub Nganjuk 2018 nanti. Sejauh ini, hal yang di lakukan di Nganjuk masih sebatas kapasitasnya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK (red : Istri Bupati Nganjuk).

“Tidak ada banner, spanduk yang terang-terangan yang menggambarkan saya maju pilkada,” ujarnya.

Kendati begitu sebagai keseriusan sebagai kontestan pilkada Nganjuk, Ita mengaku telah berkomunikasi dengan sejumlah parpol.

“Tentu kalau komunikasi sudah saya lakukan. Sebab saya ikut penjaringan (parpol) seperti PDI-P, Golkar, NasDem dan beberapa partai lainnya,” tandasnya.

Dari data yang dihimpun kanalindonesia.com, pilkada Nganjuk berbeda dengan Kabupaten Jombang yang mensyaratkan  kuota sebesar 10 kursi parlemen, untuk maju pada Pilbub Nganjuk tahun 2018 hanya mensyaratkan 9 kursi minimal. PDI-P Nganjuk mempunyai 11 kursi, Golkar memiliki enam kursi, PPP 2 kursi, sementara PKS memiliki satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nganjuk.(elo)