Untuk Air Warga Harus Berjalan 3 Kilometer, Pemda Hanya Bisa Bantu Droping Air

Droping Air bersih yang dilakukan oleh BPBD Kabupaten Jombang.

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Warga Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang Jawa Timur, sudah 1,5 bulan kesulitan air bersih, hal itu dirasakan sejak kekeringan melanda kabupaten Jombang. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga harus berjalan sejauh tiga kilometer dari tempat tinggalnya.

“untuk kebutuhan masak dan minum kita ambil air di salah satu mushola yang ada di Desa Ngrimbi sejauh dengan jalan kaki tiga kilometer. Untuk kebutuhan mandi dan cuci pakaian, kita mencari air ditengah hutan yang jaraknya satu kilometer mas,” kata Hari Sutikno (57) salah satu warga setempat saat ditemui wartawan, Kamis 14 September 2017.

Masih menurut Hari, sebelum terjadi kekeringan, pihaknya mengaku biasa mendapatkan pasokan air bersih dari pipanisasi Desa Wonokerto, namun kini air bersih sulit didapatkan.

“Sejak kekeringan air pipa dari Desa Wonokerto jarang sekali mengalir, sudah habis dikonsumsi warga Wonokerto sendiri, kadang dalam satu minggu hanya dua kali saja mengalir,” ujarnya.

Hal senadan juga diutarakan, Sulastri (42), alasan warga Desa harus berjalan sejauh tiga kilometer untuk kebutuhan air bersih dikarenakan air yang diambil dari dalam hutan tidak layak untuk dikonsumsi. “Wong buat mandi saja kadang terasa gatal-gatal,” tandasnya.

Selain itu, dirinya berharap agar ada langkah strategis dari pemerintah Kabupaten Jombang untuk mengatasi kekeringan yang hampir setiap tahun terjadi di Dusun Wonorejo, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Jombang Jawa Timur, pasalnya hingga kini bantuan dari pemda hanya berupa droping air bersih, bukan untuk mengatasi masalah krisis air ini hingga tuntas.(elo)