Astaga…Kualitas Beras Rastra Untuk Warga Miskin Jombang Masih Buruk

truk dari bulog saat mengangkut kembali beras yang kualitasnya buruk untuk Desa Mojotengah, Bareng Jombang

KANALINDONESIA.COM JOMBANG : Warga Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur, mengembalikan beras sejahtera ( Rastra) untuk keluarga miskin yang diberikan Pemerintah. Sebab, beras yang diterima masyarakat berbau apek, remuk dan berkutu.

Kepala Desa Mojotengah, Sigit mengatakan, hari ini sebanyak 267 sak beras rastra dari pemerintah dengan berat 15 kg per karung untuk warga 4 Dusun dikembalikan ke Bulog. Saat dilakukan pemeriksaan oleh perwakilan perangkat, beras rastra tidak layak konsumsi.

“Tadi pagi sekitar pukul 11.45 WIB beras datang namun ditolak, dan dikembalikan ke Bulog,” kata Sigit saat ditemui di Kantor Desanya, Kamis 14 Sepetember 2017.

Sigit menjelaskan, beras yang diterima sudah berubah warna menjadi kuning dan berbau. Tak hanya itu, beras juga yang baru saja diturunkan dari truk pengantar dari gudang Bulog ternyata juga berkutu.

“karena saat di cek oleh kaur kesra sebanyak 5 sak, berasnya sama, isinya beras remuk, berbau apek dan berwarna kuning, jadi saya putuskan untuk dikembalikan ke Bulog,” ujarnya.

Senada dengan Kades, Yanto yang merupakan kaur Kesra Desa Mojotengah mengatakan, biasanya beras yang diterima memang kondisinya agak buruk tapi pihaknya tetap membagikan pada warga lantaran warga sangat membutuhkan beras rastra tersebut.

“ bisanya tidak separah ini mas, kalau kiriman yang kemarin kita tetap terima dan warga punya alternative lain, dengan cara mengolah lagi beras rastra dengan mengluarkan biaya Rp 5.000,-, untuk bisa layak dimakan berasnya. Kalau kiriman yang sekarang ini parah dan kita harus kembalikan ke Bulog,” ungkap Yanto.

Masih menurut Yanto, beras rastra kali ini memang tidak layak, bisa di cek dari contohnya beras rastra.” ini komposisinya beras 20 %, beras patah (red : menir) 40 %, beras kuning (red : beras yang kadar airnya tinggi) 20 %, dan beras brosotan (red : beras dengan 1 kali selep) 20 %, jadi ini bukan murni beras kualitas baik tapi beras ini sudah oplosan (red : olahan) mas,” tukasnya.

Sementara itu Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan Arsyad mengatakan, pihaknya akan siap mengganti beras rastra tersebut. “ ya jika masih kurang sesuai dengan SOP dan Pedum kita tukar atau ganti dengan yang lebih layak mas,” pungkasnya.(elo)