Meski Sudah Disidak Komisi B, Beras Rastra Berkualitas Buruk Masih Beredar

beras rastra yang dikirim dari gudang Bulog dan dikembalikan oleh warga Desa Mojotengah

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, yang didampingi dengan Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan Arsyad, perwakilan Kodim 0814 dan Dinas Sosial Kabupaten Jombang, saat melakukan sidak stok beras di gudang Bulog, 11 Agustus 2017.

Sidak ini merupakan respon dari Dewan mengenai adanya keluhan masyarakat miskin di Jombang yang menerima beras prasejahtera (rastra), dengan kualitas buruk. Beras rastra dengan warna kuning, remuk, berbau apek dan berkutu.

Namun kini beras dengan kualitas yang sama kembali ditemukan oleh masyarakat, warga Desa Mojotengah, Kecamatan Bareng, Jombang, Jawa Timur, mengembalikan rastra untuk keluarga miskin yang diberikan Pemerintah. Sebab, beras yang diterima masyarakat berbau apek, remuk dan berkutu.

Sebanyak 267 sak beras rastra dari pemerintah dengan berat 15 kg per karung untuk warga 4 Dusun dikembalikan ke Bulog. Saat dilakukan pemeriksaan oleh perwakilan perangkat, beras rastra tidak layak konsumsi.

“Tadi pagi sekitar pukul 11.45 WIB beras datang namun ditolak, dan dikembalikan ke Bulog, karena kualitas beras rastra buruk, berkutu, remuk, berwana kuning serta berbau apek,” kata Sigit selaku Kepala Desa Mojotengah saat ditemui di Kantor Desanya, Kamis 14 Sepetember 2017.

Sementara itu Kepala Bulog Sub Divre Surabaya Selatan Arsyad, menuturkan bahwa bulog bukanlah tempat dagang seperti toko yang selalu menyediakan beras dengan kualitas bagus.

“ berasnya bukan apek, hanya berubah warna, bau karena beras di bulog memang dengan tujuannya penyimpanan untuk ketahanan stok pangan Negara. Maaf jika beli kemudian cepat dijual kita bukan seperti pedagang biasa mas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), Kamis 14 Sepetember 2017.

Lanjut Arsyad, pihaknya akan mengganti beras tersebut, jika memang ada penolakan dari warga saat beras dibagikan oleh pihak Desa.” Ya jika masih kurang sesuai dengan SOP dan Pedum, kita tukar atau ganti dengan beras yang lebih layak,” paparnya.

Meski demikian public merasa bertanya-tanya mestinya setelah ada sidak dari anggota Dewan, seharusnya pihak Bulog harus lebih berhati-hati dan memonitoring pendistribusian rastra untuk masyarakat miskin di Jombang, dan tidak akan pernah muncul persoalan beras rastra dengan kualitas buruk.

Padahal Ketua Komisi B DPRD Jombang sudah pernah memperingatkan pihak Bulog agar ada pengecekan ulang sebelum beras rastra di salurkan ke masyarakat.

“kami juga mengingatkan agar pihak Bulog lebih memperketat pengawasan. Harus dilakukan rechecking (red : pengecekan kembali) sebelum didistribusikan ke masyarakat,” ungkap Rochmad Abidin selaku  Ketua Komisi B DPRD Jombang, 10 Agustus 2017.(elo)