23 Waduk Kering, Ribuan Hektar Tanaman Petani Terancam Gagal Panen

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Memasuki musim kemarau tahun ini, sejumlah waduk atau penampungan air di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mengalami kekeringan. Akibatnya tanaman padi berusia sekitar satu bulan kekurangan air dan gagal panen.

Sekitar 44 waduk yang ada di Lamongan 23 diantaranya mengalami kekeringan akibat menyusutnya debit air dimusim kemarau ini.

Seperti Waduk penampung air seluas 1.350 hektar didesa Joto Sanur, Kecamatam Tikung, mengalami kekeringan. Hal ini berdampak tidak bisanya irigasi ke lahan milik petani.

Salah satu petani mengeluhkan jika tanaman padi miliknya tak dapat air dan akan mengalami kegagalan panen.

“Waduk udah kering, sekarang petani ndak bisa dapat air untuk mengairi sawah. Kalau kaya gini padi pada mati. Ini padi berusia 1,5 bulan sudah mengering,”kata Slamet petani Joto Sanur.

Dampak dari kekeringan waduk, membjat ribuan hektar tanaman padi diberbagai desa di Lamongan kering. Kondisi seperti ini ditakutkan warga karena berdampak pada penghasilan produksi padi tak maksimal, bahkan juga terancam gagal panen.

“Sudah dipastikan kalau ndak ada air di waduk, sawah kami nggak bisa maksimal, bahkan akan gagal panen,” tambahnya.

Sementara itu, demi mencegah agar kekeringan tidak meluas ke wilayah lain, pemerintah Kabupaten Lamongan melakukan upaya normalisasi waduk dengan pengerukan menggunakan alat berat.

“Kita sudah melakukan pengerukan di waduk yang kering agar dapat menampung air. Seperti di waduk Kecamatan Sekaran sudah dimulai pengerukan,” jelas Bupati Lamongan Fadeli.

Fadeli menjelaskan, hingga Jumat (15/9/2017) pihaknya sedang mengerjakan pengerukan di 23 waduk yang mengalami kekeringan. (Fer)