Jembatan Ploso Ditutup, Penyebrangan Prahu Megaluh Ramai Diminati

salah satu kapal penyebrangan yang ada di Sungai Ploso

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Pasca ditutupnya jembatan Ploso karena perawatan, oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jawa Timur, membuat sejumlah penyedia jasa penyebrangan di Kecamatan Megaluh Jombang, Jawa Timur, meraup keuntungan hingga 50 %, dibanding sebelum ditutupnya jembatan Ploso.

“hampir seminggu ini kendaraan roda 4, banyak yang mempergunakan jasa penyeberangan,” kata Ahmad (42) salah seorang awak kapal penyeberangan dengan nama lambung perahu yang bertuliskan “Joko Tiingkir”, Minggu 17 Sepetember 2017.

Masih menurut Ahmad, di daerah penyeberangan Megaluh, hanya ada dua kapal yang mampu mengangkut kendaraan roda 4. Kapal sisanya hanya mampu mengangkut jenis kendaraan roda 2 atau maksimal roda 3 seperti tosa. “ Kami akan buka penyeberangan ini selama 24 jam mas, mumpung banyak yang membutuhkan jasa penyeberangan kami,” ujarnya.

Meski demikian, lanjut Ahmad, kapasitas daya angkut kapal maksimal sekali angkut hanya 4 sampai 5 mobil saja, dengan tariff per mobil Rp 5000,- dan untuk roda dua Rp 2000,-. Meski tergolong murah, namun resiko pada penyebrangan perahu ini sangatlah besar, karena minim rambu dan jaminan keselamatan bagi pengguna jasa penyebrangan tersebut.

” yang antri banyak, karena kemampuan angkutnya terbatas, jadi ya gentian mas,”  ungkap awak kapal asli warga Desa Munung, Kecamatan jatikalen, Nganjuk yang mencoba peruntungan mencari rejeki di Kota Santri.

Sementara itu Efendi (27) salah satu pengguna jasa penyeberangan, mengaku terpaksa menggunakan jasa penyeberangan yang ada di Kecamatan Megaluh tersebut. Rasa was-was dan khawatir akan bahay yang mengintai selalu menghantui pihaknya saat menyebrang Sungai tersebut. “mau gimana lagi mas, adanya akses yang cepat dan tidak muter-muter ya melalui jalur ini. Meski harus was-was dan khawatir ada apa-apa,” paparnya

Saat ditanya apa harapannya mengenai hal ini pada pemerintah daerah Jombang, Efendi menuturkan, harusnya pihak pemkab jombang melalui dinas perhubungan, seyogyanya memantau situasi penyeberangan ini, paling tidak himbauan dan pengawasan demi keselamatan pemakai jasa penyeberangan.

“ Sepertinya pihak pemkab tidak menyadari akan dampak ditutupnya jembatan Ploso, justru membawa dampak lain pada usaha penyeberangan kapal di wilayah kecamatan Megaluh. Dan seharusnya ada rambu atau apalah yang bisa dijadikan himbauan, disekitar area ini,” tukasnya.(elo)