Ratusan Guru TK di Jombang, Belum Terima Tunjangan Dari Pemda

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ratusan guru Taman Kanak-kanak (TK) yang ada di Kabupaten Jombang, belum menerima tunjangan pada tahun 2017. Seharusnya tunjangan ini diterima guru TK pada bulan Mei kemarin, dan besarannya yakni Rp 150.000,-.

“ hingga kini saya belum mendapatkan tunjangan dari pemda dan dari pemerintah pusat mas,” kata salah satu guru TKM di Kecamatan Jombang, yang namanya enggan di publikasikan, Kamis 21 Sepetember.

Hal senada juga disampaiakan oleh salah satu pengurus organisasi guru TK yang ada di Jombang, pada kanalindonesia.com, pihaknya mengatakan ada 400 guru TK yang saat ini belum mendapatkan tunjangan, padahal Bupati Jombang, pada acara peringatan HUT Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) bulan Mei (10/5/2017), kemarin menyampaikan akan menaikkan tunjangan guru TK.

“ ada 700 guru TK, waktu itu Pak Bupati akan menaikkan tunjangan guru TK yang anggarannya dari APBD, dari Rp 150.000,- menjadi Rp 175.000,-, lakok sekarang malah ada 400 guru TK yang belum cair tunjangannya,” tegasnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Saat disinggung apakah sebagain guru TK sudah mendapatkan tunjangan tersebut, pihaknya menuturkan, bahwa ada 300 guru yang sudah menerima tunjangan.” Yang menerima 300 orang, itu pun juga dobel (red : dapat tunjangan dua kali) mas, “ paparnya.

Ketika ditanya apakah tidak ada pendataan dari pihak Dinas Pendidikan (Disdik) mengenai penyaluran tunjangan pada guru TK, pihaknya menjelaskan bahwa pihak pendataan tunjangan ini sudah dilakukan namun penerpannya sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya.

” Kalau dulu yang mendata dari IGTKI dan penyalurannya juga lewat IGTKI, kalau tahun ini ada perubahan yang melakukan pendataan dari pihak UPTD masing-masing kecamatan, begitu juga penyalurannya juga melalui UPTD,” ujarnya.

Sementara itu Joko Suwono selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdik Jombang, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), mengenai permasalahan ini pihaknya masih tugas diluar kota.”Saya sejak hari senin siang tugas rakor PNF kursus se Jatim dan Jateng di Surabaya. Jumat baru ngantor,” ungkapnya.(elo)