“ Tukang Maido” Brand Handmade Asli Kota Mojokerto, Inspirasi Calon Wirausaha Pemula

tim managemen brand Handmade “Tukang Maido”

KANALINDONESIA.COM, MOJOKERTO : Di Kota Mojokerto, Jawa Timur, ada seorang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di bidang pakaian jadi dan usaha sablon dengan brand “ Tukang Maido”. Memang keuntungan bersihnya baru Rp 30 juta per bulan, atau lebih tepatnya 1 juta per hari, tapi usaha konveksi dan sablon kaos yang ditekuni oleh Moch. Anggris. MBL (28) patut menjadi inspirasi bagi calon wirausaha pemula.

“ usaha ini saya mulai sejak tahun 2012, yang awalnya menjual kaos khusus olah raga, kaos bola (red: jersey) di pasar Joko Sambang (JS). Namun adanya permintaan sablon nama dan nomor punggung inilah yang mengawali usaha sablon saya mas,” kata Anggris saat ditemui di rumah produksi konveksinya di Jalan Raya Kuwung nomor 262, Kota Mojokerto, Kamis 5 Oktober 2017.

Saat disinggung dari mana bakat sablon itu diperolehnya, mahasiswa semester 3, Fakultas Ekonomi jurusan Management Universitas Islam Majapahit (UNIM) tersebut, menjelaskan bahwa ilmu tentang sablon diperolehnya dari salah satu guru di SMA Islam Brawijaya.

“ saya diajarai pak Komarudin, salah satu guru SMA saya yang waktu itu punya usaha sablon. Tapi selain itu saya juga menambah keilmuan saya di beberapa tempat semisal saat belajar teknik sablon saya belajar di Tulungagung, dan untuk teknik management usaha konveksi saya belajar di Solo, dan Jogjakarta,” ujar Anggris.

Masih menurut penjelasan Anggris, untuk saat ini usaha yang awalnya hanya mempunyai satu stand, kini pihaknya sudah mempunyai 3 stand di Pasar Joko Sambang, dan sebuah rumah produksi yang diberi nama rumah produksi Anggris Ngeclothing. “ untuk melayani order dari teman-teman supporter Bonek Mojokerto, rencananya saya mau mendirikan Distro khusus untuk menyediakan atribut Bonek di jalan raya Meri nomor 525, nantinya,” paparnya.

Lanjut Anggris, selain melayani pasar di Mojokerto, dengan Brand “ Tukang Maido”, pihaknya juga mengaku kebanjiran order dari luar Kota Mojokerto, bahkan hingga luar negeri.” Ada beberapa order dari luar Jawa dan Kanada, melalui media social Facebook (FB) dan Instagram (IG),” bebernya.

Kini usaha konveksi dan sablon kaos dengan Brand “ Tukang Maido”, yang diproduksi sendiri oleh rumah Produksi Anggris Ngeclothing, sudah menyebar hampir diseluruh Indonesia. Melalui akun IG @Anggris_Ngeclothing dan FB Anggris Ngeclothing, brand asli asal Kota Mojokerto itu mampu menjadi inspirasi pagi calon wirausaha pemula.

Ada 10 orang karyawan yang menjalankan roda bisnis konveksi handmade (red: karya tangan) asal Kota Mojokerto tersebut. Meski  demikian ancaman teknologi juga akan menjadi pesaing utama dalam usaha konveksi. Seperti keberadaan mesin Direct to Garment (DTG) untuk sablon dengan hasil cepat dalam volume besar, namun kecanggihan mesin DTG tersebut masih mempunyai kelemahan yakni kualitas sablon mudah pecah, mengelupas, dan catnya mudah pudar.(elo)