PSHT Lamongan Siap Kawal Kasus Pembunuhan Dua Warganya

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Kepolisian Polres Lamongan memastikan bentrokan antara Bonek dan anggota perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Balongsari Tandes Surabaya, pada Minggu (1/10/2017) yang memakan dua korban tewas mampu meredam amarah pasukan PSHT Kabupaten Lamongan.

Sebab, Selasa (10/10/2017) Polres Lamongan dan PSHT Lamongan melakukan MOU untuk mengawal kasus tewasnya 2 warga dari perguruan pencak silat persaudaraan setia hati terate Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebelumnya kedua belah pihak antara Polres Lamongan dan PSHT melakukan istighosah dan doa bersama di Padepokan Setia Hati Terate di Kecamatan Sukodadi.

Ketua PSHT Kabupaten Lamongan, Suharto, meminta pihak kepolisian bisa menindak tegas pelaku pengeroyokan hingga menewaskan dua warga PSHT yang dilakukan oleh suporter atau bonek Persebaya.

“Kami meminta kepada kepolisian untuk menindak tegas dan menangkap pelaku pengeroyokan terhadap warga kami,” jelas Suharto.

Selain itu, pihaknya akan mengawal hingga proses sidang pelaku pembunuhan di pengadilan negeri Surabaya nantinya. Warga PSHT Kabupaten berharap aparat penegak hukum untuk menangkap pelaku lainnya, sebab ada beberapa pelaku yang belum di tangkap.

“Kami berharap besar pelaku lainnya juga ditangkap, karena dalam vidoe ada pelaku berbaju putih belum ditangkap. Bila tidak ditangkap maka kami akan menangkapnya sendiri,” tambahnya.

Sementara Wakapolres Lamongan Kompol Imara Utama SH, S.I.K MH sangat berterima kasih terhadap seluruh warga PSHT Lamongan yang sudah menyerahkan seluruh hukumnya ke kepolisian.

“Terima kasih hari ini PSHT Lamongan sudah percayakan kasus hukum yang menimpa 2 warganya di surabaya beberapa waktu lalu. Maka kami disini nanti akan mengawal bersama sama kasus ini hingga di pengadilan nanti,” ucapnya.

Sejauh menurut Wakapolres Lamongan, saat ini kepolisian Polrestabes Surabaya sudah menangkap 4 pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan 2 warga PSHT meninggal dunia.

“Pelaku sudah tingkap 4 orang di Polrestabes Surabaya, dan ada kemugkinan pelaku akan bertambah seiring ada laporan dan saksi yang melihat pelaku lainnya,” kata Kompol Imara Utama.

Dua orang yang dikabarkan tewas merupakan anggota perguruan pencak silat bernama Eko Ristanto (25), warga Kepuh Baru, Bojonegoro, dan Aris (20) warga Simorejosari, Bojonegoro. (Fer)