Dua Orang Pengedar dan Seorang Bandar Dibekuk Polisi, Salah Satu Tersangka Di Dor

dua orang tersangka dan seorang bandar yang kakinya dilumpuhkan saat berada di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Upaya aparat Kepolisian dari Polres Jombang dalam melakukan perang melawan narkoba sangatlah serius, hal ini bertujuan untuk mewujudkan Jombang bebas dari Narkoba pada tahun 2018 nantinya.

Kali ini aparat Satresnarkoba dari Polres Jombang berhasil mengamankan dua orang pengedar dan seorang bandar asal Mojokerto. Bahkan salah satu tersangka terpaksa harus dilumpuhkan petugas karena melakukan perlawanan saat diamankan petugas.

Tiga tersangka tersebut yakni, Jainul Arifin (27) warga asal Dusun Sambilang, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung Jombang, Anang Supriyanto (32) asal Dusun Pulosendang, Desa Johowinong, Kecamatan Mojoagung serta seorang bandar asal Mojokerto yakni Santoso (42) warga Dusun Muteran, Desa Kejagan, Kecamatan Trowulan Mojokerto.

“ ketiga tersangka kita amankan di lokas tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda,” kata AKP Hasran SH. M.Hum selaku Kasat Resnarkoba Polres Jombang, Kamis 12 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Hasran, penangkapan terhadap tersangka para pelaku pengedar dan bandar jaringan peredaran sabu-sabu, ini bermula saat aparat kepolisan mendapatkan informasi adanya peredaran sabu-sabu di wilayah Desa Betek, Kecamatan Mojoagung.

“ setelah mengantongi informasi yang cukup petugas melakukan pengangkapan terhadap tersangka JA (27). Selanjutnya kita lakukan pengembangan untuk memburu tersangka lain,” ujar Hasran.

Lanjut Hasran, kepada petugas tersangka Jainul mengaku mendapatkan barang haram tersebut, dari rekannya yakni Anang Supriyanto (32). Setelah mendapatkan informasi yang cukup akhirnya sejumlah petugas kita kerahkan untuk memantau pergerakan tersangka Anang. “ setelah kita lakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap tersangka AS, kita temukan sejumlah barang bukti yang cukup untuk menangkap tersangka,” ungkap Hasran.

Selanjutnya setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka Anang, kepada petugas tersangka Anang mengaku mendapatkan sabu-sabu dari tersangka lain dari Trowulan Mojokerto, yakni tersangka Santoso (42). Setelah mendapatkan alamat tersangka, pihak petugas bergegas menuju lokasi tersangka asal Trowulan tersebut.

“ setelah kita pantau dan pastikan keberadaan tersangka, selanjutnya petugas melakukan penangkapan pada tersangka SN, namun pada saat diamankan tersangka melakukan perlawanan dan hendak melarikan, sesuai dengan SOP kita berikan tindakan tegas terhadap tersangka SN,” tegasnya.

Imbuh Hasran, selain mengamankan dua pengedar dan seorang bandar, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti diantaranya yakni sabu-sabu dengan total 5,34 gram, uang tunai, Handphone (HP) yang digunakan sebagai sarana komunikasi transaksi, dan sejumlah barang bukti lainnya.

“ ketiga tersangka kita jerat dengan Pasal 114 ayat (1), Jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun  2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana kurungan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.(elo)